Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan sesi I, Rabu (18/2/2026), menunjukkan sinyal positif dengan keberhasilan menembus zona hijau. Meskipun sentimen pasar global masih fluktuatif, optimisme domestik tampak terjaga yang tercermin dari posisi indeks yang kokoh di level 8.235. Investor terlihat mulai melakukan akumulasi selektif, terutama pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan momentum harga yang menarik.
Kenaikan pagi ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar modal setelah melalui dinamika perdagangan yang cukup ketat di awal pekan. Pergerakan IHSG yang bergerak di rentang 8.227 hingga 8.250 menandakan adanya perlawanan beli yang cukup signifikan di tengah bayang-bayang koreksi teknikal. Menariknya, di balik penguatan indeks ini, sejumlah saham lapis kedua justru mencuri panggung dengan lonjakan harga yang sangat agresif dalam waktu singkat.
Fenomena “tancap gas” beberapa emiten ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para trader harian yang mencari keuntungan cepat di tengah volatilitas pasar. Sektor perkebunan dan energi nampaknya menjadi primadona pagi ini, di mana beberapa nama emiten dari grup tersebut mendominasi daftar peraih keuntungan tertinggi. Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa rotasi sektor masih berlangsung dinamis di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Analisis Pergerakan Pasar dan Data Perdagangan Sesi I
Berdasarkan data yang dihimpun dari RTI Business pada menit-menit awal perdagangan, IHSG tercatat menguat 23,53 poin atau setara 0,29 persen. Aktivitas transaksi di lantai bursa tergolong cukup masif, mengindikasikan likuiditas yang mengalir masuk ke pasar saham tetap stabil. Sebanyak 1,9 miliar lembar saham telah berpindah tangan dengan total nilai transaksi mencapai Rp 941,16 miliar.
Statistik Sektoral dan Partisipasi Saham
Hingga pukul 09.15 WIB, peta kekuatan di pasar saham menunjukkan dominasi warna hijau. Berikut adalah rincian persebaran performa saham pada pagi hari ini:
-
Saham Menguat: 307 emiten
-
Saham Melemah: 164 emiten
-
Saham Stagnan: 220 emiten
Frekuensi perdagangan tercatat telah menyentuh angka 142.046 kali transaksi. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan masuknya jam perdagangan aktif hingga menjelang jeda siang nanti.
Deretan Saham Top Gainers yang Melompat Signifikan
Fokus pasar saat ini tertuju pada lima emiten yang mencatatkan kenaikan harga luar biasa, mulai dari rentang 12 persen hingga menembus 20 persen. Kenaikan ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari spekulasi positif kinerja hingga sentimen sektoral.
Sektor Otomotif dan Perkebunan Berjaya
PT Indospring Tbk (INDS) menjadi pemimpin klasemen top gainers dengan kenaikan fantastis sebesar 20,81 persen menuju level Rp 2.670 per saham. Di sisi lain, saham-saham perkebunan sawit seperti PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) juga menyusul dengan lonjakan masing-masing sebesar 18,18 persen dan 16,98 persen.
Berikut daftar lengkap 5 saham paling cuan di awal perdagangan:
-
PT Indospring Tbk (INDS): Naik 20,81% ke Rp 2.670.
-
PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT): Naik 18,18% ke Rp 156.
-
PT Gozco Plantations Tbk (GZCO): Naik 16,98% ke Rp 248.
-
PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO): Naik 13,08% ke Rp 735.
-
PT RMK Energy Tbk (RMKE): Naik 12,81% ke Rp 4.930.
Proyeksi Analis dan Rekomendasi Teknis
Meski dibuka menguat, tim analis dari Reliance Sekuritas memberikan catatan kewaspadaan bagi para investor. Berdasarkan analisis teknikal, terdapat pola candle yang perlu diantisipasi agar investor tidak terjebak dalam euforia sesaat.
Ancaman Koreksi di Tengah Penguatan
Reliance Sekuritas menjelaskan bahwa candle terakhir IHSG membentuk pola black spinning top. Meskipun posisi indeks saat ini masih berada di atas Moving Average 5 (MA5), namun indikator Stochastic sudah menunjukkan tanda-tanda dead cross.
“Dengan kondisi teknikal tersebut, IHSG hari ini berpotensi mengalami tekanan atau pelemahan terbatas,” tulis Reliance Sekuritas dalam riset resminya yang dikutip pada Rabu (18/2).
Reliance memperkirakan indeks akan bergerak dalam area pendukung (support) di level 8.153 dan area hambatan (resistance) di level 8.291. Untuk menyiasati potensi volatilitas ini, investor disarankan untuk melirik beberapa saham pilihan yang memiliki daya tahan baik atau sedang dalam fase konsolidasi positif.
Beberapa saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan hari ini antara lain adalah:
-
BUMI (PT Bumi Resources Tbk)
-
RAJA (PT Rukun Raharja Tbk)
-
ADRO (PT Adaro Energy Indonesia Tbk)
-
BULL (PT Buana Lintas Lautan Tbk)
Investor diharapkan tetap memantau perkembangan rilis data ekonomi domestik serta arah kebijakan bank sentral global yang dapat mempengaruhi arus modal keluar-masuk di pasar modal Indonesia.
Dikutip dari investor.id 18/2/26