Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 1,15 persen ke level 7.174,32 pada penutupan perdagangan Kamis (7/5/2026). Dilansir dari Detik Finance, laju indeks terdorong oleh kenaikan harga saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan kesehatan.
Saham BBCA mengalami kenaikan 4,62 persen dan BBRI menguat 4,75 persen, sementara sektor kesehatan memimpin penguatan sektoral sebesar 2,01 persen. Sebaliknya, sektor industri dasar tertekan 1,62 persen akibat pelemahan saham TPIA sebesar 10,20 persen dan BRPT turun 5,68 persen.
Aktivitas pemodal internasional terpantau masih melakukan aksi jual bersih senilai Rp360,34 miliar di pasar reguler. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kondisi bursa Amerika Serikat yang ditutup melemah, dengan Dow Jones terkoreksi 0,63 persen dan S&P 500 turun 0,38 persen.
Di sisi korporasi, emiten makanan ringan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mengumumkan langkah ekspansi strategis pada 6 Mei 2026. Perseroan resmi menandatangani kesepakatan akuisisi 99,99 persen saham PT Sari Murni Abadi atau Momogi Group untuk memperluas jaringan produksi.
Akuisisi ini mencakup fasilitas manufaktur Momogi yang tersebar di Jawa Barat dan Jawa Timur, serta integrasi produksi di Vietnam melalui Bibica Corporation. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi pasar COCO di industri makanan ringan regional yang telah beroperasi puluhan tahun.
Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melaporkan bahwa pembangunan proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai progres 66 persen. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I-2027 dengan kapasitas produksi soda kaustik mencapai 827 ribu ton per tahun.
Proyek tersebut diproyeksikan mampu menekan impor senilai US$293 juta per tahun dan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja selama masa konstruksi. Produk EDC yang dihasilkan juga akan diarahkan untuk pasar ekspor guna meningkatkan perolehan devisa negara hingga US$300 juta.
Dari sektor telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp111 per saham dengan total Rp3,57 triliun. Jumlah ini merupakan 64,91 persen dari total laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp5,51 triliun.
Sepanjang tahun 2025, ISAT membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 1,13 persen menjadi Rp56,52 triliun. Adapun jadwal cum date dividen akan jatuh pada 13 Mei 2026, dengan proses pembayaran kepada pemegang saham yang berhak dijadwalkan pada 5 Juni 2026.