Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,52 persen atau bertambah 39,75 poin ke level 7.663,34 pada perdagangan Kamis pagi, 16 April 2026. Pergerakan positif di Bursa Efek Indonesia ini mengakhiri tren pelemahan yang terjadi pada hari sebelumnya akibat aksi ambil untung investor.
Kenaikan indeks sektoral juga terlihat pada kelompok saham unggulan LQ45 yang merangkak naik 2,74 poin atau 0,36 persen ke posisi 762,69. Berdasarkan laporan Medcom, penguatan ini muncul setelah IHSG sempat terkoreksi 0,58 persen ke level 7.623 dengan catatan aksi jual bersih asing mencapai Rp1,23 triliun.
Sektor perbankan menjadi penekan utama pada perdagangan sebelumnya, di mana pelaku pasar cenderung melakukan profit taking setelah indeks reli selama dua pekan. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp17.100 per dolar AS turut memicu keluarnya dana asing dari pasar domestik.
Sentimen eksternal turut membayangi pergerakan indeks setelah bursa Wall Street ditutup bervariasi. Dow Jones Industrial Average tercatat melemah 0,15 persen, sementara S\&P 500 dan Nasdaq Composite justru masing-masing menguat sebesar 0,80 persen dan 1,59 persen.
Analisis teknikal dari Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan bahwa IHSG masih berpotensi fluktuatif dalam jangka pendek. Area support terdekat diproyeksikan berada pada kisaran level 7.500 jika terjadi koreksi lanjutan atau pullback untuk menutup celah harga.
"IHSG masih menghadapi tantangan untuk melanjutkan tren penguatan," tulis Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya yang dikutip pada Kamis, 16 April 2026. Penembusan level psikologis menjadi kunci utama bagi indeks untuk mempertahankan momentum kenaikan di tengah ketidakpastian global.
Hambatan penguatan juga datang dari faktor geopolitik, terutama belum adanya kesepakatan konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang membatasi minat risiko investor. Kondisi domestik dan perkembangan nilai tukar tetap menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi hari ini.