Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada pembukaan perdagangan Selasa (14/4/2026) pagi di level 7.598,79. Lonjakan ini terjadi setelah indeks sempat melemah pada hari sebelumnya akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu blokade Selat Hormuz.
Berdasarkan data perdagangan RTI per pukul 09.05 WIB sebagaimana dilansir dari Detik Finance, IHSG terus mendaki hingga bertambah 109,23 poin atau naik sekitar 1,46 persen ke posisi 7.609,42. Pergerakan positif ini didorong oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau sejak awal sesi.
Tercatat sebanyak 420 saham mengalami kenaikan harga, sementara 95 saham lainnya melemah dan 192 saham terpantau stagnan. Dalam laporan tersebut, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi pada level 7.613,87 dan posisi terendah di level 7.592,74 selama menit-menit awal perdagangan.
Aktivitas pasar menunjukkan volume perdagangan mencapai 3,12 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 200.516 kali. Nilai perputaran uang di pasar modal pada pagi ini telah menyentuh angka Rp 1,78 triliun seiring dengan kepercayaan investor yang kembali meningkat.
Meskipun performa mingguan tumbuh 9,16 persen dan bulanan naik 3,71 persen, IHSG masih mencatatkan rapor merah jika ditarik dari awal tahun. Secara year-to-date, indeks kebanggaan bursa domestik ini tercatat masih melemah sebesar 12 persen.