IHSG Menguat ke Level 7.598 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi

IHSG dibuka naik 1,31 persen ke posisi 7.598,80 pada Selasa (14/4/2026) didorong sentimen positif bursa global dan indeks saham unggulan LQ45.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak 98,61 poin atau setara 1,31 persen ke posisi 7.598,80 pada perdagangan Selasa pagi, 14 April 2026. Laju positif ini didorong oleh optimisme pasar domestik dan pengaruh penguatan bursa global.

Kenaikan tersebut juga diikuti oleh indeks saham unggulan LQ45 yang meningkat sebesar 1,35 persen atau 10,09 poin ke level 756,45. Penguatan ini mengindikasikan bahwa saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar menjadi motor penggerak utama pada pembukaan sesi pertama.

Dilansir dari Medcom, reli hijau di pasar modal Indonesia tidak terlepas dari performa positif bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street. Pada penutupan sebelumnya, Dow Jones tercatat naik 0,63 persen, S\&P 500 menguat 1,02 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 1,23 persen.

Data dari sesi perdagangan sebelumnya menunjukkan IHSG telah mengalami kenaikan 0,56 persen ke level 7.500. Tercatat pula aksi beli bersih oleh investor asing (net foreign buy) yang mencapai nilai Rp626 miliar di tengah dinamika pasar.

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih berlangsung dinilai tidak lagi memberikan dampak sebesar periode sebelumnya. Pelaku pasar dianggap telah lebih adaptif dan terbiasa dengan fluktuasi yang dipicu oleh konflik eksternal tersebut.

Sentimen internal turut memperkuat posisi pasar setelah keputusan FTSE yang tetap mempertahankan status klasifikasi Indonesia. Kondisi ini memberikan katalis positif bagi emiten dalam negeri, terutama kelompok saham konglomerasi besar.

Berdasarkan riset harian BRI Danareksa Sekuritas, pergerakan indeks pekan ini diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan. Tim riset menetapkan level dukungan (support) secara teknikal pada rentang 7.300 hingga 7.400.

Sementara itu, batas atas atau resistance diprediksi berada pada kisaran 7.585 sampai 7.700. Angka-angka tersebut menjadi acuan bagi para investor dalam menyusun strategi investasi jangka pendek di pasar modal Indonesia.

Selanjutnya, para pelaku pasar kini tengah menantikan keputusan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pengumuman tersebut dijadwalkan akan dirilis pada Mei mendatang sebagai faktor tambahan yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan saham ke depan.

Recommended