IHSG Menguat Signifikan Dipicu Sinyal Damai Trump

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,68% ke 7.164,79 pada Rabu (1/4) didorong sinyal Presiden AS Donald Trump akhiri konflik Timur Tengah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan signifikan sejak awal perdagangan Rabu (1/4). Pergerakan positif ini sejalan dengan tren kenaikan di bursa saham Asia, yang mana pemicu utamanya adalah sinyal positif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait potensi penghentian konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data perdagangan dari RTI Business per pukul 09.52 WIB, IHSG tercatat menguat sebesar 1,68% dan mencapai level 7.164,79. Sepanjang sesi perdagangan pagi, indeks saham Indonesia ini bergerak di zona hijau, bahkan sempat melonjak lebih dari 2% dan menyentuh level 7.207,16.

Situasi serupa juga terlihat di berbagai bursa saham utama Asia. Sebagai contoh, Nikkei 225 Index (N225) menguat 4,04% menuju level 53.128,30. Kemudian, Hang Seng Index (HSI) juga mencatatkan kenaikan sebesar 2,18% ke posisi 25.332,72.

Selain indeks-indeks tersebut, Shanghai Composite Index (SSEC) juga mengalami penguatan sebesar 1,55%, mencapai level 3.951,79. Straits Times Index (STI) di Singapura turut menguat 1,72% ke angka 4.968,89 selama jam perdagangan di wilayah Asia.

Dilansir dari Detik Finance yang mengutip CNBC, bursa saham Kospi Korea Selatan mencatat kenaikan lebih dari 6,3%. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil di bursa Kosdaq melonjak 5,06%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga naik 1,7%, didorong oleh kinerja baik saham-saham di sektor jasa pendidikan.

Penguatan tidak hanya terbatas di Asia, kontrak berjangka AS juga terpantau naik. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing menguat 0,16% dan 0,24%. Sementara itu, kontrak berjangka Dow naik 44 poin, atau setara dengan 0,09%.

Ketiga indeks utama di AS mencatatkan kinerja terbaik mereka sejak Mei. Dow Jones Industrial Average melonjak 2,49%, indeks S&P 500 naik 2,91%, dan Nasdaq Composite menguat 3,83%.

Pernyataan Trump Picu Optimisme Pasar

Lonjakan pasar saham global ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal mengenai potensi berakhirnya konflik di Timur Tengah. Dalam pernyataannya, Trump mengindikasikan bahwa AS akan menarik diri dari Iran dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu.

“Kita pergi karena tidak ada alasan bagi kita untuk melakukan ini,” kata Trump, dikutip dari Detik Finance pada Rabu (1/4/2026). Pernyataan tersebut muncul menyusul kabar bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri konflik dengan jaminan tertentu.

Recommended