Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,50 persen ke posisi 7.092,47 pada Rabu (6/5). Dilansir dari Detik Finance, penguatan ini didorong oleh meredanya tensi geopolitik global dan apresiasi bursa Amerika Serikat.
Sektor industri dasar memimpin penguatan pasar dengan kenaikan mencapai 1,91 persen, mengimbangi pelemahan di sektor kesehatan yang terkoreksi 0,65 persen. Saham MORA mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 7,51 persen, disusul TPIA 4,94 persen, dan BRMS 4,46 persen.
Kinerja positif IHSG terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp484,31 miliar di pasar reguler. Sementara itu, beberapa saham penggerak pasar seperti CASA, AMMN, dan ASII justru mengalami tekanan jual hingga ditutup melemah.
Sentimen pasar global turut memberikan katalis positif setelah bursa Wall Street ditutup menguat, dengan indeks Nasdaq melonjak hingga 2,03 persen. Penurunan harga minyak Brent sebesar 7,80 persen ke level US$101 per barel menyusul upaya negosiasi damai Amerika Serikat-Iran menjadi faktor pendukung utama.
Di sektor emiten, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SMGR memulai ekspansi pasar Eropa dengan mengirimkan 11.275 metrik ton semen ke Reunion Island, Prancis. Perusahaan menargetkan total ekspor sebesar 31.500 metrik ton hingga Juli 2026 melalui Pelabuhan Teluk Bayur.
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) juga melaporkan pengiriman perdana produk yogurt ke Vietnam senilai US$65 ribu. Ekspansi ini memperluas jangkauan pasar ekspor perseroan yang sebelumnya telah merambah Filipina, Malaysia, hingga China.
Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan rencana penerbitan 2,44 miliar saham baru melalui mekanisme private placement. Aksi korporasi ini diproyeksikan mampu meningkatkan ekuitas perusahaan menjadi US$3,36 miliar guna memperkuat struktur permodalan.
Langkah penambahan modal MDKA tersebut dijadwalkan akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham dalam RUPST pada 11 Juni 2026 mendatang. Dana hasil aksi ini juga diharapkan dapat memperbaiki rasio utang terhadap ekuitas perusahaan menjadi 0,8 kali.