IHSG Parkir di Level 7.621 Saat Investor Asing Jual Bersih Rp1 Triliun

IHSG ditutup melemah tipis ke posisi 7.621,38 pada Kamis (16/4) di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp1,01 triliun di pasar reguler.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan dengan pelemahan tipis sebesar 0,03 persen ke level 7.621,38 pada perdagangan Kamis (16/4). Berdasarkan laporan Detik Finance, pergerakan indeks tertahan oleh aksi jual bersih investor asing yang menembus angka Rp1,01 triliun di pasar reguler.

Kondisi pasar modal domestik tersebut juga mencatat total penjualan bersih asing sebesar Rp982,31 miliar di seluruh pasar. Tekanan pada indeks utamanya berasal dari saham-saham seperti BRPT, DSSA, dan BREN yang mengalami penurunan harga pada hari yang sama.

Meskipun demikian, pelemahan lebih dalam berhasil diredam oleh penguatan sejumlah emiten besar termasuk SRAJ, TLKM, dan BFIN. Dari sisi sektoral, industri transportasi memimpin penguatan sebesar 3,36 persen, berbanding terbalik dengan sektor infrastruktur yang merosot 0,60 persen.

Sentimen global sebenarnya menunjukkan arah positif setelah bursa Amerika Serikat menguat tipis menyusul kabar gencatan senjata di Timur Tengah. Namun, sentimen tersebut gagal memicu minat investor global terhadap instrumen Indonesia, dengan ETF EIDO dan MSCI Indonesia yang turun 0,31 persen.

Di sisi korporasi, PT United Tractors Tbk (UNTR) secara resmi mengumumkan pembagian dividen final sebesar Rp1.096 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Keputusan ini membuat total dividen tahun buku 2025 mencapai Rp1.663 per saham dengan total nilai Rp5,92 triliun.

Langkah pembagian dividen tetap dilakukan meskipun laba bersih UNTR sepanjang 2025 tercatat turun menjadi Rp15,17 triliun. Manajemen menjadwalkan pembayaran dividen kepada para pemegang saham akan dilaksanakan pada 18 Mei mendatang.

Sementara itu, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mengalokasikan belanja modal senilai Rp600 miliar untuk tahun 2026 guna memperkuat infrastruktur perkebunan. Dana tersebut mencakup pembangunan kernel crushing plant senilai Rp50 hingga Rp60 miliar dan fasilitas biogas hingga Rp50 miliar.

Perseroan menargetkan pertumbuhan produksi dan laba sekitar 10 persen pada tahun 2026 melalui strategi efisiensi pemanfaatan energi baru terbarukan. Rencana ekspansi anorganik juga tetap menjadi bagian dari fokus jangka panjang emiten perkebunan tersebut.

Recommended