PT Mega Capital Sekuritas, yang merupakan bagian dari CT Corpora, telah beroperasi sejak tahun 1991. Perusahaan ini menawarkan layanan investasi yang inovatif serta didukung oleh tenaga ahli yang terpercaya.
Pada perdagangan Kamis (26/03), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 1,89%, menutup hari di posisi 7.164,09. Pelemahan ini terjadi seiring dengan pergerakan saham yang bervariasi.
Saham MEGA (+9,64%), GIAA (+15,07%), dan JPFA (+8,26%) mencatat kenaikan yang signifikan. Sementara itu, saham-saham seperti ASII (-5,30%), TLKM (-3,94%), dan BMRI (-2,62%) memberikan tekanan utama pada indeks. Investor asing juga melakukan aksi jual bersih dengan nilai sekitar Rp1,93 miliar di pasar reguler dan Rp 20,71 triliun di seluruh pasar.
Secara sektoral, mayoritas sektor mengalami penurunan. Tercatat 10 dari 11 sektor berada di zona merah. Sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mengalami kenaikan dengan pertumbuhan 2,96%, sedangkan sektor energi mengalami penurunan paling dalam sebesar 2,91%.
Bursa saham Amerika Serikat juga mengalami pelemahan. Dow Jones turun 1,01% ke 45.960, diikuti S&P 500 yang terkoreksi 1,74% ke 6.477 dan Nasdaq turun 2,38% ke 21.408. Kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian hubungan Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama pelemahan ini, yang turut mendorong kenaikan harga minyak dunia Brent dan WTI. Indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia juga ikut terkoreksi masing-masing 2,38% dan 2,30%.
Berita Emiten
Elang Mahkota Teknologi (EMTK)
Laba bersih EMTK melonjak menjadi Rp8,88 triliun pada tahun 2025, meningkat tajam dari Rp1,81 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 56,29% menjadi Rp19,12 triliun. Namun, beban pokok pendapatan juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 72,16% menjadi Rp14,06 triliun.
Selain dari operasional, peningkatan laba EMTK dipengaruhi oleh kontribusi dari aksi korporasi entitas anak sebesar Rp3,12 triliun serta kenaikan hasil investasi menjadi Rp3,89 triliun. Hal ini berkaitan dengan pelepasan sebagian kepemilikan saham di Grab Holdings Limited senilai Rp3,41 triliun atau sekitar 41,66 juta saham.
Graha Andrasentra Propertindo (JGLE)
JGLE berencana melakukan penambahan modal dengan menerbitkan 8,28 miliar saham baru Seri B dengan harga Rp50 per saham. Perseroan berpotensi memperoleh dana sekitar Rp 414 miliar melalui aksi korporasi ini. Pemegang 270 saham Seri A yang tercatat pada 6 Maret berhak membeli 99 saham baru Seri B.
Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mengakuisisi saham Jungleland Asia senilai Rp413,94 miliar, sementara sisanya dialokasikan untuk kebutuhan operasional. Total aset perseroan diproyeksikan meningkat menjadi Rp 2,58 triliun dengan ekuitas mencapai Rp 2,07 triliun setelah aksi ini. Manajemen juga memperkirakan perbaikan kinerja, dengan target laba mencapai Rp 519,66 miliar, dibandingkan posisi sebelumnya yang masih mencatatkan rugi Rp 46,42 miliar.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor sesuai profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.