Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan minyak mentah asal Rusia akan segera tiba di Indonesia dalam waktu dekat pada Sabtu (2/5/2026). Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.
Pengadaan komoditas energi tersebut merupakan realisasi dari alokasi impor sebanyak 150 juta barel yang didapatkan Indonesia dari Rusia. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto bersama Bahlil ke Moskow beberapa waktu lalu.
Bahlil menjelaskan bahwa proses transaksi pengadaan minyak ini dilakukan melalui skema antarkorporasi atau business to business (B2B). Namun, ia enggan merinci rincian harga beli maupun volume pengapalan tahap awal yang akan bersandar di pelabuhan Indonesia.
"Itu B2B saja. Nanti kita bicarakan ya. Saya nggak mau terlalu mendalam gitu, bahaya itu," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, saat memberikan keterangan usai menghadiri acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa.
Fokus utama kementerian saat ini adalah menjamin ketersediaan berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, mulai dari solar hingga bensin dengan variasi oktan. Menurut Bahlil, jaminan ketersediaan stok jauh lebih mendesak dibandingkan langkah kebijakan energi lainnya dalam situasi global yang tidak menentu.
Selain komoditas minyak mentah, pemerintah Indonesia juga menjajaki potensi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari negara yang sama. Meski demikian, rencana impor gas tersebut masih dalam tahap negosiasi awal karena mempertimbangkan kondisi pasar global.
Kementerian ESDM mengklaim bahwa stok LPG domestik saat ini masih berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan nasional. Status cadangan LPG Indonesia dilaporkan masih bertahan di atas standar minimum nasional sehingga pemenuhan dari luar negeri belum menjadi prioritas mendesak.