Indonesia secara resmi melakukan ekspor beras super premium sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi. Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menyatakan bahwa beras yang diekspor kali ini adalah beras dengan kualitas terbaik yang pernah dihasilkan oleh Bulog.
Beras yang dikirimkan termasuk dalam kategori super premium, dengan tingkat pecahan di bawah 5%, bahkan mencapai sekitar 4%, serta kadar air di bawah 14%, jelasnya.
"Jadi kalau menurut kami ini beras super premium yang pernah kita buat oleh Bulog. Selama ini Bulog membuat beras premium itu adalah beras yang pecahannya 15%," ujar Rizal di Gudang Perum BULOG Kanwil DKI Jakarta & Banten pada, Rabu (4/3/2026).
Menurut Rizal, harga beras super premium ini mencapai Rp 16.000 per kilogram. Harga ini telah disubsidi oleh pemerintah karena diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia.
"Karena ini untuk jemaah kita, jadi ini subsidi dari pemerintah harganya Rp 16.000 per kilogram untuk jemaah haji," kata Rizal.
Ekspor ini, lanjut Rizal, menjadi langkah awal bagi beras Indonesia untuk memasuki pasar yang lebih luas. Potensi pasar di Arab Saudi sangat besar, dengan jumlah jemaah umrah mencapai hampir 2 juta orang per tahun, belum termasuk warga yang tinggal di sana.
"Bahkan teman-teman pengusaha yang ada di Saudi Itu menyampaikan mereka siap untuk menyalurkan ke seluruh Jazirah Arab. Jadi bukan hanya di Saudi tapi juga ke seluruh Jazirah Arab Kalau memang nanti betul-betul beras kita tuh nyaman dan enak dirasakan oleh mereka," terang Rizal.