Indonesia Berpeluang Geser Singapura Jadi Hub Pusat Data Regional

Keterbatasan energi di Singapura mendorong pergeseran investasi infrastruktur digital ke Indonesia yang memiliki ketersediaan lahan dan listrik luas.

Indonesia kini memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi pusat data regional di Asia Tenggara pada April 2026 akibat keterbatasan kapasitas infrastruktur digital di negara tetangga. Lonjakan kebutuhan kapasitas digital mendorong investor mulai melirik Indonesia sebagai lokasi alternatif utama.

Chief Financial Officer Digital Realty Bersama, Krishna Worotikan, menjelaskan bahwa pergeseran industri ini dipicu oleh kebijakan Singapura yang mulai membatasi pembangunan pusat data baru. Hal ini disebabkan oleh kendala serius pada pasokan sumber daya air dan listrik di negara tersebut.

Dilansir dari Medcom, ketersediaan lahan dan energi yang melimpah menjadi keunggulan kompetitif bagi Indonesia dalam menarik ekspansi perusahaan global. Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi di Singapura yang saat ini sudah tidak lagi mengizinkan penambahan fasilitas baru.

"Singapura sudah tidak mengizinkan penambahan data center baru karena keterbatasan energi dan air. Di sisi lain, Indonesia masih memiliki keunggulan dari sisi lahan, listrik, dan sumber daya air," ujar Krishna Worotikan, Chief Financial Officer Digital Realty Bersama.

Tren penempatan data juga mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya banyak perusahaan domestik menyimpan data di Singapura, kini keterbatasan ruang di sana memaksa terjadinya migrasi penyimpanan data kembali ke dalam negeri.

Pertumbuhan sektor ini juga diperkuat oleh regulasi ketat dari Otoritas Jasa Keuangan dan bank sentral. Director of Business & Commercial Digital Realty Bersama, Andha Yudha Permana, menyebut aturan wajib simpan data di dalam negeri bagi sektor perbankan menjadi pendorong utama permintaan layanan.

Infrastruktur pusat data di Indonesia saat ini diklaim telah siap mengelola lonjakan trafik data yang mencapai puluhan terabyte per detik. Kehadiran penyedia layanan awan (cloud) global di tanah air turut mematangkan ekosistem digital nasional guna melayani kebutuhan pasar Asia dan ASEAN secara efisien.

Recommended