Industri Penerbangan Nasional Terancam Kenaikan Harga Avtur

Kenaikan harga avtur berpotensi memengaruhi kinerja industri penerbangan. Maskapai diminta waspada dan pemerintah diharapkan responsif.

Kinerja industri penerbangan nasional diperkirakan akan terpengaruh oleh kenaikan harga avtur. Dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi penyebab utama ketidakpastian harga energi global, sehingga meningkatkan beban operasional maskapai.

Gatot Rahardjo, seorang pengamat penerbangan, menekankan perlunya maskapai meningkatkan efisiensi operasional yang adaptif dan berkelanjutan. Pemerintah juga diharapkan memberikan dukungan kebijakan yang responsif sebagai regulator utama.

Gatot menyatakan, "Efisiensi operasional memang menjadi keharusan, namun dukungan regulator juga sangat krusial agar industri tetap memiliki ruang untuk bertahan dan tumbuh. Tanpa itu, risiko tekanan lanjutan terhadap kinerja maskapai akan semakin besar."

Industri penerbangan saat ini berada dalam fase yang rentan. Sebagian maskapai masih mencatatkan kinerja keuangan yang tertekan sepanjang tahun 2025. Jika tekanan biaya, terutama dari avtur, tidak diantisipasi secara komprehensif, kondisi ini berpotensi memicu efek domino.

Maskapai juga diimbau untuk tidak terlena dengan penyesuaian harga avtur domestik selama periode Lebaran. Harga bahan bakar diperkirakan akan kembali meningkat mulai 1 April, mengikuti tren global.

Sinergi antara pelaku industri dan regulator diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis maskapai dan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.

Gatot menambahkan, "Tanpa langkah antisipatif yang terkoordinasi, kenaikan harga avtur dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap stabilitas industri penerbangan nasional."

Recommended