Peneliti di Kanada mengungkapkan bahwa paparan infrasound atau frekuensi suara di bawah 20 Hz menjadi penyebab munculnya perasaan merinding dan tidak nyaman pada manusia pada Selasa (28/4/2026). Fenomena fisik ini sering kali disalahpahami masyarakat sebagai tanda kehadiran makhluk halus atau penampakan hantu.
Dilansir dari Detik iNET, tim peneliti melibatkan 36 relawan dalam eksperimen yang memaparkan mereka pada suara berfrekuensi sangat rendah. Meskipun telinga manusia tidak dapat mendeteksi suara tersebut secara langsung, intensitas tinggi dari infrasound tetap dapat dirasakan melalui tekanan fisik atau getaran pada tubuh.
Hasil studi menunjukkan subjek yang terpapar infrasound melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi dan perasaan lebih mudah tersinggung. Hal ini diperkuat dengan temuan adanya peningkatan kadar hormon kortisol sebagai indikator stres biologis dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak terpapar suara tersebut.
"Penting untuk dijelaskan bahwa infrasound tidak menyebabkan orang percaya bahwa mereka telah melihat hantu," ujar Rodney Schmaltz, profesor psikologi di Universitas MacEwan. Menurutnya, suara ini menimbulkan rasa tidak nyaman tanpa penjelasan yang kemudian diasosiasikan dengan kejadian gaib.
Schmaltz menjelaskan bahwa bangunan tua sering menjadi sumber infrasound alami akibat struktur pipa yang mengeluarkan gema atau gemuruh rendah. Jika seseorang sudah memiliki prasangka buruk terhadap sebuah lokasi, stimulasi dari infrasound akan memperkuat persepsi ketakutan tersebut secara signifikan.
Data pendukung dari tahun 2002 juga menunjukkan hasil serupa ketika psikolog Richard Wiseman melakukan eksperimen pada ratusan penonton konser di London. Penonton yang mendengarkan lagu berisi sisipan infrasound memiliki kecenderungan 22 persen lebih tinggi untuk melaporkan pengalaman aneh seperti rasa tidak enak di perut.
Para peneliti berencana memperluas cakupan frekuensi dan jumlah subjek dalam penelitian mendatang untuk mendalami pengaruh ekspektasi individu terhadap fenomena ini. Faktor psikologis berupa kesalahpahaman dinilai tetap memegang peran penting dalam interpretasi momen ambigu menjadi pengalaman berhantu.