Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadwalkan pertemuan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Selasa (5/5/2026) guna menuntaskan pembahasan skema insentif baru bagi kendaraan listrik di Indonesia. Langkah ini diambil pemerintah untuk merespons tren adopsi kendaraan ramah lingkungan yang terus mengalami peningkatan signifikan di pasar domestik.
Dilansir dari Detik Finance, kebijakan bantuan fiskal tersebut rencananya akan menyasar kendaraan listrik roda dua maupun roda empat. Purbaya menyatakan bahwa evaluasi mendalam terhadap bentuk insentif sedang dilakukan agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan mampu mendorong pertumbuhan industri otomotif berbasis baterai.
"Kita usahakan ke sana (motor dan mobil listrik)," sebut Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Penegasan ini mengindikasikan komitmen pemerintah dalam memperluas cakupan subsidi yang sebelumnya telah berjalan.
Pertemuan lanjutan antarmenteri ini akan memfokuskan pembicaraan pada aspek teknis dan detail operasional pemberian insentif. Purbaya menargetkan proses birokrasi dan penyusunan regulasi ini dapat diselesaikan dalam waktu singkat agar manfaatnya segera dirasakan oleh produsen maupun calon konsumen.
"Ini detailnya seperti apa, biar kita dorong cepat. Supaya, let's say, dua minggu dari sekarang sudah masuk ke sistem insentifnya," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan. Percepatan ini diharapkan dapat menjaga momentum kenaikan minat masyarakat terhadap transisi energi di sektor transportasi.
Koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian sebelumnya telah dilakukan melalui saluran telepon sebelum pertemuan fisik diputuskan. Pemerintah kini tengah meninjau ulang alokasi anggaran dan mekanisme penyaluran agar insentif tersebut dapat langsung terintegrasi dengan sistem penjualan kendaraan listrik dalam waktu dekat.