PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan MUFG Bank, Ltd. (MUFG Indonesia) resmi menyepakati rencana integrasi bisnis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Senin, 11 Mei 2026. Aksi korporasi ini bertujuan menggabungkan jaringan nasional Danamon dengan kekuatan global MUFG untuk memperkuat posisi di pasar keuangan Indonesia.
Dilansir dari Detik Finance, penggabungan ini diproyeksikan menjadikan entitas hasil integrasi sebagai salah satu institusi finansial global terbesar di Indonesia. Kedua belah pihak saat ini sedang melakukan persiapan teknis sebelum menuju ke tahap perjanjian yang mengikat secara hukum.
Rencana struktur integrasi nantinya akan dituangkan dalam Rancangan Integrasi untuk diajukan kepada otoritas terkait guna mendapatkan persetujuan. Selain izin regulator, langkah ini juga memerlukan persetujuan dari para pemegang saham melalui mekanisme yang berlaku.
Target penyelesaian seluruh proses integrasi diharapkan efektif pada tahun 2027 mendatang. Meski proses penggabungan telah dimulai, manajemen menegaskan bahwa kegiatan operasional baik di Bank Danamon maupun MUFG Indonesia tetap berjalan normal tanpa perubahan layanan bagi nasabah.
"Nasabah tetap dapat bertransaksi dan menggunakan produk serta layanan finansial sebagaimana biasanya," tegas manajemen kedua perusahaan dalam keterangan tertulisnya. Seluruh kontrak dengan pihak ketiga seperti vendor dan mitra bisnis juga tetap berlaku sesuai kesepakatan yang ada.
Berdasarkan data per 31 Desember 2025, Bank Danamon mencatatkan total aset konsolidasian sebesar Rp 275,7 triliun. Bank yang berdiri sejak 1956 ini didukung oleh jaringan unit usaha syariah dan pembiayaan melalui anak usahanya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.
Di sisi lain, MUFG Indonesia memiliki total aset senilai Rp 207,0 triliun hingga akhir Desember 2025. Kantor cabang dari bank asal Jepang tersebut selama ini fokus melayani segmen korporasi besar yang meliputi perusahaan domestik maupun multinasional.