Kementerian Investasi dan Hilirisasi melaporkan realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp 498,8 triliun pada triwulan I 2026 yang diumumkan di Jakarta, Selasa (23/4/2026). Angka pertumbuhan ini mencatatkan kenaikan sebesar 7,2 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilansir dari Detik Finance, porsi Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi capaian tersebut dengan nilai Rp 250,0 triliun atau setara 50,1 persen dari total investasi. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp 248,8 triliun atau 49,9 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa Singapura kembali menjadi investor terbesar bagi Indonesia dalam tiga bulan pertama tahun ini. Nilai investasi dari negara tetangga tersebut mencapai US$ 4,6 miliar atau sekitar Rp 75,9 triliun.
"Memang kalau kita lihat selama 10 tahun terakhir ini Singapura konsisten dari segi pencatatannya menjadi negara terbesar FDI ke Indonesia yaitu Singapura kurang lebih US$ 4,6 miliar," kata Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.
Selain Singapura, Hong Kong menempati posisi kedua dengan nilai investasi US$ 2,7 miliar, diikuti oleh Tiongkok sebesar US$ 2,2 miliar. Jika digabungkan, kontribusi investasi dari Hong Kong dan Tiongkok mencapai US$ 4,9 miliar, melampaui capaian Singapura secara tunggal.
Posisi keempat diduduki oleh Amerika Serikat dengan total investasi US$ 1,3 miliar, sedangkan Jepang berada di peringkat kelima dengan nilai US$ 1 miliar. Sejumlah negara lain seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Belanda menyusul pada urutan berikutnya dalam daftar investor utama.
Data kementerian menunjukkan distribusi investasi kini lebih banyak mengalir ke luar Pulau Jawa dengan angka mencapai Rp 251,3 triliun. Jumlah ini melampaui realisasi investasi di Pulau Jawa yang tercatat sebesar Rp 247,5 triliun pada periode Januari hingga Maret 2026.
Capaian investasi pada awal tahun ini telah memenuhi sekitar 24,4 persen dari total target investasi nasional sepanjang tahun 2026. Sektor ini juga berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 706.569 orang, mengalami peningkatan 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.