Nilai pasar tas tangan global termasuk kategori barang mewah diproyeksikan mencapai USD71,17 miliar pada Sabtu, 9 Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat meningkatnya minat kolektor terhadap aset investasi fesyen.
Dilansir dari Medcom, laporan Handbag Market Report menyebutkan bahwa pertumbuhan masif ini dipacu oleh tingginya permintaan produk eksklusif, proses urbanisasi, serta perluasan kanal ritel modern di berbagai belahan dunia. Kelompok individu kaya atau High Net Worth Individual (HNWI) kini menjadikan tas mewah sebagai instrumen lindung nilai.
Data dari Research and Markets juga menunjukkan penguatan pada pasar barang bekas atau preloved. Nilai transaksi tas mewah bekas secara global telah tumbuh pesat hingga mendekati angka USD51,36 miliar, yang membuktikan likuiditas tas branded sebagai aset alternatif di masa depan.
Hermès Barenia Faubourg Birkin 30 menjadi salah satu koleksi dengan nilai investasi tertinggi yang dibanderol mulai dari USD32.500. Penggunaan material kulit Barenia yang tahan lama dan desain ikonik menjadikannya incaran utama para kolektor yang mencari stabilitas harga jual kembali.
Selain Hermès, Chanel Classic Flap Bag tetap mendominasi pasar dengan harga mulai USD10.800. Tas dengan desain quilted dan aksen rantai emas ini dinilai memiliki potensi resale yang menjanjikan karena statusnya sebagai simbol keanggunan abadi bagi pecinta mode global.
Merek lain yang masuk dalam daftar koleksi paling diminati tahun ini adalah Bottega Veneta Andiamo yang dihargai mulai USD5.700. Selain itu, terdapat Celine Classique Triomphe seharga USD4.150 dan Loewe Puzzle Edge Bag yang dibanderol mulai dari USD3.950 di pasar ritel.
Tren investasi mewah ini mengubah paradigma masyarakat dalam membeli barang bermerek. Saat ini, pemilihan tas tidak hanya didasarkan pada aspek estetika semata, melainkan juga mempertimbangkan faktor kelangkaan, fungsionalitas, serta permintaan pasar jangka panjang.