IPB University Siap Gelar UTBK-SNBT 2026 dengan Pengawasan Ketat

IPB University menerapkan langkah mitigasi kecurangan dalam pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Kampus Cilibende dan Dramaga, Jakarta. Tersedia 945 komputer per sesi.

Institut Pertanian Bogor (IPB) University telah menyiapkan berbagai strategi untuk memitigasi potensi kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Pelaksanaan ujian akan tersebar di dua lokasi utama, yakni Kampus Sekolah Vokasi Cilibende dan Kampus Dramaga.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Deni Noviana, menekankan bahwa upaya pencegahan kecurangan menjadi prioritas utama panitia UTBK SNBT 2026 di IPB. Pernyataan ini disampaikan Deni dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Medcom pada Kamis, 9 April 2026.

“IPB secara konsisten berkoordinasi dengan Panitia Pusat SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) dan menjalankan seluruh prosedur pengawasan sesuai POB (prosedur operasional baku) yang ditetapkan secara nasional,” ujar Deni.

Prosedur pengawasan mencakup pemeriksaan ketat terhadap peserta sebelum memasuki ruang ujian, pengawasan berkelanjutan selama proses ujian, hingga penanganan insiden apabila terdeteksi adanya indikasi kecurangan. Para pengawas juga dibekali pemahaman mendalam tentang berbagai modus kecurangan yang mungkin terjadi.

Selain mitigasi kecurangan, IPB University juga mempersiapkan langkah antisipasi terhadap kendala teknis. Ketersediaan genset cadangan memastikan pasokan listrik tetap stabil jika PLN mengalami gangguan. Selain itu, komputer cadangan disiapkan untuk segera digunakan jika perangkat peserta mengalami kerusakan saat ujian.

Menurut Deni, “Semua persiapan teknis ini dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur agar setiap kendala dapat ditangani dengan cepat dan tidak mengganggu pengalaman peserta dalam mengikuti ujian.”

Sebagai salah satu Pusat UTBK 2026, IPB University menyatakan kesiapannya. Infrastruktur yang disediakan meliputi 945 unit komputer untuk setiap sesi ujian, memungkinkan akomodasi hingga 1.890 peserta per hari.

IPB University juga memastikan akses inklusif bagi seluruh peserta, termasuk penyandang disabilitas, dengan menyiapkan fasilitas yang optimal di kedua kampus. Persiapan fasilitas umum seperti area parkir, sirkulasi kendaraan, dan koordinasi antar unit juga telah dilakukan.

“Kami berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan ujian yang nyaman, aman, dan inklusif bagi semua peserta tanpa terkecuali,” pungkas Deni. Setiap ruangan ujian dilengkapi pendingin udara (AC) dan pencahayaan yang memadai untuk mendukung konsentrasi.

Tim keamanan akan ditempatkan di setiap lokasi ujian guna memastikan ketertiban dan keamanan. Ketersediaan bus juga akan mempermudah mobilisasi peserta dan pengantar, memastikan setiap peserta dapat mengikuti ujian dalam kondisi terbaik.

Informasi lebih lanjut mengenai UTBK di IPB University tersedia melalui laman utbk.ipb.ac.id, akun Instagram @ayomasukipb, serta layanan tanya jawab di halo.admisi.ipb.ac.id.

Recommended