Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merayakan Dies Natalis ke-70, sebuah momentum penting yang sekaligus menjadi simbol komitmen lembaga ini dalam perjalanannya menuju World Class University. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan bahwa peringatan ini adalah kesempatan bagi IPDN untuk memperkuat visi, integritas, serta strategi sebagai salah satu perguruan tinggi kedinasan unggulan, seperti dilansir dari Medcom.
Tito Karnavian menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan IPDN dalam beradaptasi dan berinovasi. Ini mencakup pengembangan sarana dan prasarana yang semakin baik, penyediaan program studi yang relevan, serta menghasilkan kajian-kajian ilmiah yang dapat menjadi rujukan bagi para pembuat keputusan di pemerintahan.
Selain Mendagri, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Joko Pramono, turut hadir dan memberikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis IPDN ke-70 di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor. Dalam orasinya, Agus menyoroti peran strategis IPDN dalam konteks pemerintahan.
Agus menegaskan bahwa IPDN memiliki tanggung jawab besar. “IPDN tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami administrasi pemerintahan tapi harus membentuk pamong praja kompeten berintegritas, peka terhadap etika, akuntabel, transparan, dan berani menolak penyimpangan,” ujarnya.
Menurut Agus, integritas merupakan fondasi esensial bagi terciptanya pemerintahan yang dipercaya oleh masyarakat. Birokrasi di masa depan membutuhkan lebih dari sekadar individu yang cerdas secara teknis. Kebutuhan utamanya adalah pemimpin publik yang berintegritas, mampu memadukan etika dengan keberanian, serta sanggup menjaga martabat jabatan, bukan hanya menjalankan aturan.
“Integritas ini harus dibentuk oleh IPDN agar ke depan calon-calon pemimpin bangsa ini akan membangun sisem pemerintahan yang membuat penyimpangan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme sulit terjadi," kata Agus.
Peningkatan Kompetensi SDM di Era Digitalisasi
Senada dengan pandangan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri III, Komjen Pol (Purn.) Drs. Akhmad Wiyagus., S.I.K., M.Si., CFrA, juga menyampaikan bahwa IPDN harus menghasilkan sumber daya manusia aparatur yang berintegritas. SDM ini diharapkan memiliki daya saing tinggi agar mampu diandalkan dalam menghadapi kompetisi global yang ketat.
Menurutnya, di usia 70 tahun, IPDN harus terus berinovasi. Tidak hanya fokus mencapai kualitas dan akreditasi unggul di tingkat nasional, tetapi juga merambah ke kancah internasional. Wiyagus juga menyoroti pentingnya IPDN dalam meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi komunikasi di era digitalisasi.
Dinamika pemerintahan yang terus berkembang, ditambah dengan tantangan pelayanan publik di era digital, memerlukan kualitas SDM aparatur yang mumpuni. Hal ini menuntut adanya kemampuan profesional di bidang penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, serta integritas diri yang tinggi. Wamendagri turut menyampaikan apresiasi atas peran aktif IPDN dalam mendukung percepatan rekonstruksi pascabencana di Sumatera dan Aceh, dengan mengirimkan 2.329 praja ke daerah terdampak.