PT ITSECAsia Tbk Alihkan Fokus Ekspansi Layanan Berbasis AI

PT ITSECAsia Tbk memfokuskan ekspansi bisnis 2026 pada layanan berbasis kecerdasan buatan dan perlindungan infrastruktur kritis di Indonesia.

Emiten teknologi dan keamanan siber, PT ITSECAsia Tbk (CYBR), mengalihkan fokus ekspansi bisnisnya pada tahun 2026 untuk memperkuat pasar domestik melalui penyediaan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan perlindungan infrastruktur kritis nasional, sebagaimana dilansir dari Medcom.

Langkah penguatan pasar dalam negeri ini diambil perusahaan sebelum melakukan perluasan penetrasi ke tingkat internasional menyusul tingginya permintaan terhadap layanan digital di Indonesia.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, ekspansi kami benar-benar berfokus pada operasi AI, Cyber AI Academy, dan semua hal terkait keamanan. Fokus utama kami adalah untuk memberikan fitur, produk, atau layanan baru ini kepada klien dengan cara terbaik. Permintaan di sini cukup tinggi untuk semua layanan ini, yang bagi kami merupakan platform terbaik untuk beroperasi dan mengubah prospek menjadi klien yang membayar. Jadi fokus kami adalah Indonesia terlebih dahulu, benar-benar mengembangkan pasar domestik dengan ketiga layanan baru ini,” ujar Presiden Direktur CYBR Patrick Rudolf Dannacher dalam paparan publik.

Integrasi teknologi kecerdasan buatan kini menjadi perhatian utama di berbagai sektor industri, sehingga memicu peluang besar bagi perusahaan untuk memperluas solusi keamanan Operational Technology (OT Security) pada infrastruktur strategis seperti jaringan listrik dan kilang minyak.

Selain mengembangkan layanan baru tersebut, emiten berkode saham CYBR ini juga tengah mendorong pembuatan produk teknologi lokal guna menekan ketergantungan pada produk asing yang rentan terhadap fluktuasi mata uang global.

“Kami percaya di Indonesia terdapat cukup banyak talenta sehingga jika kita berusaha, kita dapat mengembangkan produk yang sama baiknya, bahkan lebih baik daripada yang dapat kita peroleh dari luar negeri. Dan saya pikir sangat penting sebagai sebuah bangsa untuk tidak selalu membeli dari luar negeri dan uangnya keluar dari Indonesia. Mengapa tidak berupaya agar uang tetap di sini dan memungkinkan ekosistem inovasi yang terbukti di masa depan dan dengan pendekatan yang didorong oleh kedaulatan?,’’ jelas Patrick Rudolf Dannacher.

Perusahaan menerapkan strategi kedaulatan digital melalui pemanfaatan solusi buatan dalam negeri agar ekosistem inovasi serta nilai ekonomi tetap berputar di dalam negeri.

Adopsi AI diperkirakan akan terus meningkat tajam pada sektor keuangan dalam beberapa tahun mendatang, yang harus diimbangi dengan sistem keamanan kuat untuk melindungi kedaulatan data informasi.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan diadopsi, tetapi siapa yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih efektif dalam mengimplementasikannya,’’ ujar Patrick Rudolf Dannacher.

Manajemen CYBR menyatakan tetap optimistis menghadapi ketidakpastian geopolitik global tahun 2026 karena kebutuhan akan proteksi siber justru cenderung mengalami peningkatan.

Investasi jangka panjang pada sektor riset dan pengembangan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir dinilai mulai membuahkan hasil positif sebagai fondasi pertumbuhan perseroan.

Meskipun pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menekan industri dengan ketergantungan impor, perusahaan meyakini pemerintah mampu menjaga stabilitas ekonomi dan tetap membuka peluang kolaborasi strategis baru di masa depan.

Recommended