Umat Islam di Indonesia dijadwalkan dapat melaksanakan ibadah puasa sunah Tarwiyah dan Arafah pada Senin, 25 Mei 2026, serta Selasa, 26 Mei 2026, guna menyambut puncak ibadah haji dan hari raya Iduladha 1447 Hijriah.
Dilansir dari Medcom, penetapan waktu ibadah ini merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kementerian Agama yang memprediksi Hari Raya Iduladha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Puasa Tarwiyah bertepatan dengan 8 Zulhijah, sementara puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah.
Kedua puasa ini memiliki keutamaan besar, di mana puasa Tarwiyah diyakini dapat menghapus dosa satu tahun, sedangkan puasa Arafah memiliki keistimewaan menghapus dosa dua tahun, yakni setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
"Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun," ujar Rasulullah SAW sebagaimana dikutip dalam hadis riwayat Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar dari sumber NU Online.
Pelaksanaan niat puasa ini dapat dilakukan mulai dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar. Namun, bagi umat Muslim yang lupa melafalkan niat pada malam hari, terdapat keringanan untuk membacanya pada siang hari sebelum waktu Zuhur tiba.
Syarat pelaksanaan niat di siang hari adalah orang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan atau minum sejak waktu subuh. Ibadah ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Selain puasa, sepuluh hari pertama bulan Zulhijah juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh lainnya. Umat Islam dianjurkan menyempurnakan ibadah dengan memperbanyak zikir, sedekah, serta lantunan takbir menjelang hari raya kurban.