Jasa Tukar Uang di Asemka Andalkan ‘Mata-mata’

Jasa penukaran uang di kawasan Asemka, Jakarta Barat, mengandalkan informan untuk menjaga keamanan dari tindak perampokan.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, bisnis jasa penukaran uang di pinggir jalan semakin marak, seperti yang terlihat di kawasan Asemka, Jakarta Barat. Para penyedia jasa ini berani menjajakan uang tunai dalam jumlah besar secara terbuka.

Di sudut-sudut jalan dekat Kota Tua, sekitar 13 penyedia jasa menawarkan pecahan uang Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000. Mereka hanya menggunakan bangku plastik dan payung sederhana.

Salah seorang penukar uang yang telah 10 kali Lebaran berjualan di sana mengaku percaya diri karena adanya dukungan dari sesama penyedia jasa dan informan yang rutin memantau situasi.

"Kan ada teman kita di sini, mata-mata. Iya ada lah, masa kita doang, ada teman kita di sini," ucapnya saat ditemui detikcom, Senin (9/3/2026).

Informan ini, menurutnya, adalah utusan dari pemilik modal yang menyediakan uang. Uang yang dijajakan adalah titipan yang dipantau dari jauh.

"Jadi bukan kita doang yang di sini, ada di dekat-dekat kita melihat, kalau ada yang jambret langsung dikejar. Bukan duit kita ini, punya orang ini," terangnya.

Dengan sistem 'pinjam', penyedia jasa mendapatkan uang untuk ditukarkan, lalu mengembalikannya setelah selesai berjualan.

"Beli kita juga. Iya beli, saya beli juga, makanya begitu ada tambahan. Kalau tukar dari bank masa kita kasih harga segitu," ujar penyedia jasa itu.

Modal yang mereka putar bisa mencapai ratusan juta rupiah. "Ratusan juta, ratusan juta lah modalnya. Ada kita pinjaman dari bos, nanti kalau sudah pulang kita kembalikan lagi yang dipinjam. Sisa dapat berapa, itu yang kita bawa pulang," jelasnya.

Recommended