John Ternus Hadapi Tantangan Biaya Komponen iPhone Jelang Suksesi CEO

John Ternus bakal menggantikan Tim Cook sebagai CEO Apple pada September 2026 dengan tantangan besar terkait lonjakan biaya produksi memori iPhone.

John Ternus dijadwalkan resmi menjabat sebagai CEO Apple menggantikan Tim Cook pada September 2026 dengan beban dua tantangan besar mengenai kebijakan harga dan stabilitas rantai pasok iPhone. Langkah transisi kepemimpinan ini terjadi di tengah ancaman kenaikan biaya produksi yang signifikan.

Laporan Financial Times mengungkapkan bahwa Ternus harus segera mengambil keputusan strategis terkait lonjakan harga memori global yang dipicu oleh kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Dilansir dari Detik iNET, persaingan ketat memperebutkan stok memori dengan perusahaan seperti Nvidia membuat Apple sulit mengamankan pasokan besar.

Analisis dari JP Morgan memproyeksikan biaya komponen memori dapat membengkak hingga mencapai 45 persen dari total biaya produksi iPhone pada tahun 2027. Angka ini menunjukkan kenaikan drastis dibandingkan posisi saat ini yang hanya berada di kisaran 10 persen.

Kondisi ini memaksa manajemen Apple untuk memilih antara mempertahankan margin keuntungan dengan menaikkan harga jual ke konsumen atau menyerap biaya tambahan demi menjaga angka penjualan. Strategi penetapan harga tersebut akan menjadi ujian pertama bagi kepemimpinan Ternus di pasar global.

"Saat September tiba, Apple memiliki dua pilihan: pertama, mereka menaikkan harga produk, atau kedua, mereka berkata 'mari kita merebut pangsa pasar,'" kata Wamsi Mohan, analis senior di Bank of America.

Mohon menambahkan bahwa terdapat probabilitas tinggi bagi perusahaan untuk memilih opsi memperluas pangsa pasar daripada sekadar menaikkan harga. Namun, risiko penurunan laba tetap membayangi keputusan tersebut.

Selain masalah biaya, Ternus dituntut mengelola kerumitan rantai pasok yang melibatkan China, India, dan Amerika Serikat. Saat ini, 25 persen produksi iPhone telah dialihkan ke India, yang dilaporkan memicu ketegangan diplomatik dengan pemerintah China.

Tim Cook sebelumnya telah berkomitmen melakukan investasi ratusan miliar dolar di Amerika Serikat sebagai bentuk diplomasi dengan pemerintah setempat. Tanggung jawab untuk menjalankan komitmen investasi besar ini kini berpindah sepenuhnya ke tangan John Ternus.

Samik Chatterjee dari JP Morgan menilai posisi Ternus akan sangat krusial dalam menyeimbangkan hubungan antara Washington dan Beijing. Strategi investasi di Amerika Serikat dipandang sebagai faktor kunci bagi masa depan Apple dalam beberapa tahun ke depan.

Recommended