Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyerahkan sejumlah usulan relaksasi ekonomi kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta Selatan pada Kamis (30/4/2026). Pertemuan tersebut bertujuan memberikan masukan strategis bagi pemerintah guna menjaga daya tahan pelaku usaha di tengah ketidakpastian global.
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, Anindya Bakrie menjelaskan bahwa dunia usaha saat ini memerlukan ruang gerak atau bantuan kebijakan agar tetap bertahan. Ia mengibaratkan kondisi pengusaha seperti ayam petelur yang sedang mengalami stres akibat dampak konflik dunia dan tekanan ekonomi.
Usulan yang disampaikan mencakup pelonggaran pembayaran bunga kredit secara bertahap serta penangguhan beberapa jenis pungutan negara. Kadin mengharapkan adanya kebijakan penangguhan pada pajak bahan bakar minyak (BBM) serta pajak ekspor untuk meringankan beban operasional perusahaan.
"Napas itu seperti apa? Ini contoh saja, napasnya ya berikanlah kelonggaran-kelonggaran di sana-sini. Misalnya relaksasi kredit, bayar bunga dulu tapi pokoknya bertahap. Lalu penangguhan pajak BBM, lalu juga penangguhan pajak ekspor," ujar Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia.
Selain masalah fiskal, Kadin juga menyoroti hambatan teknis di sektor perdagangan dan industri yang perlu segera diatasi oleh pemerintah. Fokus utama yang dibahas meliputi penyederhanaan akses ekspor, kepastian perizinan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), hingga penyesuaian aturan larangan terbatas.
Anindya menilai Dewan Ekonomi Nasional memiliki posisi strategis sebagai lembaga pemikir yang memberikan rekomendasi langsung kepada Presiden. Oleh karena itu, aspirasi dari dunia usaha diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan nasional yang lebih akomodatif.
Meskipun mengajukan berbagai poin relaksasi, Kadin menegaskan tidak menuntut pemerintah untuk mengabulkan seluruh usulan tersebut secara mutlak. Organisasi pengusaha ini lebih menekankan pada pentingnya pemahaman pemerintah terhadap dinamika dan kesulitan nyata yang dihadapi pelaku industri saat ini.
Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan meski situasi pasar belum sepenuhnya stabil. Kadin berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan strategi ekonomi jangka panjang.