Kafein Malam Hari Tingkatkan Impulsivitas, Ini Kata Studi

Konsumsi kafein di malam hari bisa meningkatkan perilaku impulsif dan melemahkan kemampuan menahan diri, menurut studi terbaru.

Apakah Anda merasa lebih impulsif setelah minum kopi di malam hari? Sebuah studi dari University of Texas at El Paso mengungkap bahwa konsumsi kafein di malam hari dapat meningkatkan perilaku impulsif dan mengurangi kemampuan menahan diri.

Penelitian ini menyoroti efek kafein terhadap impulsivitas, dengan menggunakan lalat buah Drosophila melanogaster sebagai model karena kemiripan sistem genetik dan sarafnya dengan manusia.

Drosophila melanogaster dipilih karena ukurannya yang kecil, mudah dipelihara di laboratorium, morfologinya mudah diidentifikasi, biaya perawatan rendah, dan waktu generasi yang singkat (sekitar 10 hari). Lalat ini juga memiliki tingkat reproduksi tinggi, betina mampu bertelur hingga 100 butir per hari.

Dalam studi berjudul "Nighttime Caffeine Intake Increases Motor Impulsivity" yang terbit di jurnal iScience pada 15 Agustus 2025, peneliti Erick Benjamin Saldes, Paul Rafael Sabandal, dan Kyung-An Han menemukan bahwa kafein yang dikonsumsi di malam hari melemahkan kemampuan menahan diri, berbeda dengan efek konsumsi di siang hari.

"Kafein adalah zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia, dengan sekitar 85 persen orang dewasa di Amerika Serikat menggunakannya secara rutin. Mengingat betapa populernya kafein, kami ingin mengeksplorasi apakah ada faktor lain yang memengaruhi dampaknya terhadap kendali perilaku," kata Asisten Profesor Riset Departemen Ilmu Biologi UTEP, Paul Sabandal, seperti dikutip dari SciTech Daily, Rabu, 25 Maret 2026.

Untuk menguji efek kafein, peneliti memberikan kafein pada lalat buah melalui makanan dengan berbagai kondisi, termasuk perbedaan kadar, waktu konsumsi (siang atau malam), dan kombinasi dengan kurang tidur.

Impulsivitas diukur dengan mengamati kemampuan lalat menghentikan gerakan saat terpapar aliran udara kuat. Dalam kondisi normal, lalat akan berhenti bergerak.

"Kami menemukan bahwa lalat yang mengonsumsi kafein di malam hari kurang mampu menahan gerakan, menampilkan perilaku impulsif seperti terbang sembarangan meski kondisinya tidak menyenangkan," kata Peneliti University of Illinois College of Medicine Peoria, Erick Saldes.

Sebaliknya, kafein yang dikonsumsi di siang hari tidak memicu perilaku impulsif serupa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lalat betina lebih sensitif terhadap efek kafein di malam hari dibandingkan lalat jantan.

"Lalat tidak memiliki hormon manusia seperti estrogen, yang mengisyaratkan bahwa faktor genetik atau fisiologis lain yang mendorong sensitivitas lebih tinggi pada betina. Mengungkap mekanisme ini akan membantu kita lebih memahami bagaimana fisiologi malam hari dan faktor spesifik jenis kelamin memengaruhi efek kafein," kata Profesor Ilmu Biologi UTEP, Kyung-An Han.

Temuan ini penting bagi individu yang mengandalkan kafein saat bekerja di malam hari, seperti pekerja shift di bidang kesehatan atau militer. Studi ini juga mengindikasikan bahwa wanita mungkin lebih sensitif terhadap efek perilaku dari kafein yang dikonsumsi di malam hari.

Meskipun penelitian ini dilakukan pada lalat buah, kemiripan sistem saraf dengan manusia membuat temuan ini relevan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan waktu konsumsi kafein guna menjaga kendali diri.

Recommended