Kalajengking Hutan Raksasa, Spesies Terbesar dan Lebih Jinak

Kalajengking hutan raksasa (Gigantometrus swammerdami) adalah spesies terbesar dengan panjang 23 cm, namun memiliki racun ringan dan tidak agresif.

Kalajengking dikenal sebagai hewan kecil berbahaya yang umumnya ditemukan di gurun atau hutan tropis. Namun, tahukah Anda bahwa ada satu spesies kalajengking yang tidak hanya berukuran besar, tetapi juga dikenal lebih jinak dibandingkan jenis lainnya?

Kalajengking hutan raksasa (Gigantometrus swammerdami) dinobatkan sebagai kalajengking terbesar di dunia. Seperti dikutip dari A-Z Animals, panjangnya bisa mencapai 23 cm dari kepala hingga ujung ekor. Ukuran ini setara dengan dua jengkal tangan orang dewasa.

Walaupun penampilannya mungkin mengintimidasi dengan capit besar dan tubuh yang panjang, kalajengking ini sebenarnya memiliki racun yang relatif ringan. Selain itu, sifatnya pun tidak terlalu agresif. Bahkan, ia dianggap lebih jinak dibandingkan kerabatnya yang lebih kecil namun lebih mematikan.

Kalajengking hutan raksasa dapat ditemukan di hutan tropis Asia, terutama di India dan Sri Lanka. Hewan ini aktif di malam hari (nokturnal) dan menghabiskan siang hari dengan bersembunyi di bawah kayu, batu, atau di dalam liang yang lembap.

Kalajengking ini memangsa serangga kecil, kecoak, dan cacing tanah. Mereka menggunakan capit besarnya untuk menangkap dan merobek mangsa, sebelum menggunakan sengat sebagai upaya terakhir.

Racun kalajengking hutan raksasa jarang berbahaya bagi manusia dewasa. Sengatannya cenderung hanya menimbulkan rasa sakit ringan, mirip dengan sengatan serangga pada umumnya. Karena alasan inilah, beberapa penggemar kalajengking yang berpengalaman memelihara spesies ini sebagai hewan eksotik.

Recommended