Jamie Carragher Kritik Pedas Empat Pemain Liverpool Usai Takluk dari PSG

Jamie Carragher melayangkan kritik keras kepada Hugo Ekitike, Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Ibrahima Konate pasca kekalahan Liverpool dari PSG.

Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, melontarkan kritik pedas terhadap sejumlah pemain The Reds menyusul kekalahan 0-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama perempat final Liga Champions. Pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes pada Kamis (9/4/2026) dini hari WIB itu menyisakan pekerjaan rumah berat bagi tim asuhan Arne Slot.

Pemain yang menjadi sasaran kritik utama Carragher adalah Hugo Ekitike, Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Ibrahima Konate. Kekalahan ini menempatkan Liverpool dalam posisi sulit, di mana mereka harus meraih kemenangan dengan selisih minimal tiga gol pada leg kedua di Stadion Anfield pekan depan untuk bisa melaju ke babak semifinal.

Dalam laga tersebut, Liverpool tampak kesulitan menembus pertahanan kokoh PSG. Dua gol yang bersarang di gawang The Reds dicetak oleh Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia. Statistik pertandingan menunjukkan Liverpool gagal menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran dan hanya menguasai 26 persen bola.

Manajer Liverpool, Arne Slot, mengakui bahwa timnya lebih banyak berfokus untuk "bertahan hidup" dari gempuran PSG di babak kedua. Dikutip dari Bola, Carragher secara khusus menyoroti strategi Slot yang memainkan lima bek, namun justru membuat pertahanan Liverpool terlihat lebih terbuka dibandingkan dengan formasi empat bek.

“Slot salah besar dalam menerapkan sistem lima bek dan justru mereka terlihat lebih terbuka dibanding jika bermain dengan empat bek,” ungkap Carragher kepada CBS Sports, seperti dilansir dari Metro. Menurutnya, skema man-to-man di seluruh lapangan membuat tiga bek tengah harus bekerja keras menutup lebar lapangan.

Carragher juga menilai Virgil van Dijk, yang kini berusia 34 tahun, tampak tidak nyaman dalam skema tiga bek. “Untuk Virgil van Dijk, melihatnya malam ini di tengah tiga bek, biasanya ketika sudah berusia tertentu, bermain di tengah tiga bek terasa ideal karena ada perlindungan. Tapi ini berbeda,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Para bek naik ke lini tengah, tidak ada yang menjaga posisi, dan Van Dijk di usia 34 tahun harus berlari ke sana kemari. Dia tidak mampu melakukannya." Situasi ini membuat sang kapten harus bekerja ekstra keras dan berlari ke berbagai arah, sesuatu yang Carragher yakini tidak sesuai dengan usianya saat ini.

Di sisi lain, Carragher juga memberikan pujian dan pembelaan untuk performa Virgil van Dijk. Menurutnya, kritik yang dialamatkan kepada kapten Liverpool belakangan ini tidak adil. “Orang-orang mengkritik performa Van Dijk musim ini, tapi menurut saya itu tidak adil. Dia bermain di setiap pertandingan,” ujar Carragher.

Carragher lebih lanjut menyoroti performa Ibrahima Konate. “Pemain di sebelahnya tampil buruk sepanjang musim dan kembali buruk malam ini. Konate, yang selalu membuat kesalahan di setiap laga. Itu tidak mudah untuk dimainkan bersama pemain seperti itu, jadi saya tetap menilai Van Dijk sebagai salah satu pemain terbaik Liverpool," tambahnya.

Meski demikian, Carragher mengakui bahwa dalam skema tiga bek, Van Dijk terlihat sangat tidak nyaman. “Tapi malam ini dalam skema tiga bek, saya belum pernah melihatnya setidaknyaman itu memakai seragam Liverpool," katanya. Ia bahkan berpendapat bahwa Van Dijk mungkin akan memohon kepada Arne Slot agar tidak pernah lagi memainkan sistem tersebut.

Selain masalah taktik Liverpool, Carragher juga memuji penampilan luar biasa PSG. “Namun saya juga harus mengatakan, ini bukan hanya soal sistem Liverpool yang salah secara taktik, PSG tampil luar biasa. Pujian terbesar yang bisa saya berikan adalah mereka seperti Barcelona-nya Pep Guardiola," imbuhnya.

Kecaman untuk Tiga Pemain Mahal

Carragher tidak hanya mengkritik taktik dan Konate, tetapi juga menyoroti tiga pemain rekrutan mahal Liverpool: Ekitike, Wirtz, dan Isak. Ia menilai ketiga penyerang tersebut kurang bekerja keras saat tim kehilangan penguasaan bola. “Ekitike sangat buruk malam ini,” tegas Carragher.

“Saya sudah katakan sebelum laga, dan ini juga berlaku untuk Wirtz dan Isak, untuk menjadi pemain top di Liverpool sebagai penyerang, Anda harus percaya diri saat menguasai bola, tapi rendah hati saat tidak menguasai bola. Mereka tidak rendah hati saat tidak memegang bola, tidak bekerja cukup keras, dan itu membuat Liverpool mudah dikalahkan saat ini," sergahnya.

Carragher menyoroti adanya kesenjangan antara pemain senior dan pemain baru. “Tiga pemain legenda mendekati akhir karier, pemain baru datang tanpa benar-benar memahami apa yang dibutuhkan untuk bermain di Liverpool saat ini," ungkapnya. Ia secara spesifik meminta Ekitike, Wirtz, dan Isak untuk menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Ia menutup kritiknya terhadap Wirtz dengan pernyataan pedas. “Cara terbaik menggambarkan Florian Wirtz saat ini, dengan harga £125 juta, adalah dia hanya bermain rapi dan sederhana," pungkas Carragher, menyoroti ekspektasi tinggi yang tidak terpenuhi dari pemain dengan banderol mahal tersebut.

Recommended