Senin, 9 Maret 2026 bukan tanggal biasa. Di kalender 2026, hari ini menyimpan dua peringatan nasional yang punya makna dalam sekaligus dan banyak orang belum tahu keduanya terjadi di hari yang sama.
Bagi yang penasaran hari ini memperingati hari apa, jawabannya ada dua: Hari Musik Nasional dan Hari Wanita Indonesia. Dua momen ini hadir bersamaan setiap 9 Maret, dan keduanya punya akar sejarah yang kuat.
Hari Musik Nasional: Lahir dari Sosok di Balik Indonesia Raya
Tanggal 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari lahir W.R. Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
W.R. Supratman lahir pada 9 Maret 1903. Ia bukan sekadar komponis ia adalah sosok yang mengubah arah sejarah dengan satu lagu. Tujuan penetapan Hari Musik Nasional adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap musisi dan seniman Indonesia, serta pengakuan bahwa musik merupakan bagian penting dari ekspresi budaya dan pembangunan nasional.
Meski ada perbedaan catatan sejarah mengenai tanggal kelahiran W.R. Supratman, pemerintah tetap menetapkan 9 Maret sebagai simbol penghargaan atas kontribusi besar musik dalam membangun identitas bangsa.
Tahun 2026 punya warna tersendiri. Peringatan Hari Musik Nasional 2026 bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga Kementerian Kebudayaan mengemas rangkaian acara dengan nuansa religi dan kontemplasi.
Pusat peringatan nasional tahun ini tidak dipusatkan di Jakarta, melainkan di Kota Serang, Banten dipilih karena kota ini memiliki tradisi musik religi yang kuat dan sesuai dengan suasana Ramadan.
Ada juga kabar besar yang menyertai peringatan tahun ini. Salah satu fokus utama adalah mendorong Dangdut agar diakui sebagai identitas musikal Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tersendiri di kancah internasional. Jika berhasil, ini akan jadi pencapaian bersejarah bagi musik Indonesia.
Hari Wanita Indonesia: Perjuangan yang Belum Selesai
Masih di tanggal yang sama, 9 Maret juga diperingati sebagai Hari Wanita Indonesia.
Momentum ini sering dianggap sebagai kelanjutan dari Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret menjadikannya ruang refleksi atas peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk ekonomi, pendidikan, politik, dan sosial.
Sejak ratusan tahun lalu, perempuan Indonesia telah berjuang demi memiliki hak yang sama dengan kaum pria. Dua nama besar yang paling dikenal dalam perjuangan ini adalah RA Kartini dan Dewi Sartika.
Keduanya punya pendekatan berbeda, tapi satu tujuan. RA Kartini dikenal sebagai tokoh yang mendorong perempuan untuk berpikir terbuka, sementara Dewi Sartika meyakini bahwa pendidikan adalah kunci utama kemajuan kaum wanita karena perempuan kelak akan mendidik generasi penerus bangsa.
Di Indonesia, Hari Wanita Indonesia pada 9 Maret menjadi bentuk apresiasi lokal terhadap perjuangan para tokoh perempuan tanah air sebuah pengingat bahwa semangat emansipasi itu masih relevan hingga hari ini.
Dua Peringatan, Satu Pesan yang Sama
Menarik bahwa dua peringatan ini hadir berdampingan. Musik dan perempuan keduanya bicara soal ekspresi, keberanian, dan identitas.
Di bulan Ramadan, dua momen ini terasa lebih bermakna. Bukan sekadar seremonial, tapi undangan untuk berhenti sejenak dan bertanya: sudahkah kita menghargai warisan budaya kita? Sudahkah kita benar-benar mendukung peran perempuan di sekitar kita?
Kalender 2026 mencatat 9 Maret dengan dua tanda sekaligus. Dan keduanya layak untuk diingat, bukan hanya hari ini, tapi sepanjang tahun.