Kampung Nelayan Muara Angke Berubah, Akses Ekonomi Terbuka

Kampung Nelayan Muara Angke kini lebih layak huni berkat program rumah panggung dan perbaikan akses jalan.

Kampung Nelayan Muara Angke di Jakarta Utara mengalami perubahan signifikan. Program penataan permukiman mengubah wajah kampung menjadi lebih layak huni dan membuka akses ekonomi bagi warganya.

Dulu kerap dilanda banjir rob, kini warga bisa lebih tenang berkat penyediaan rumah panggung dan rumah apung oleh pemerintah. Akses jalan yang dulunya berupa kulit kerang kini sudah dibeton, memudahkan mobilisasi pengangkutan ikan.

Selain itu, anak-anak kini memiliki area bermain yang luas, termasuk lapangan futsal di tengah permukiman.

Warya, seorang nelayan pencari kerang hijau, mengungkapkan kebahagiaannya atas perubahan ini. "Saya beruntung dengan adanya kampung nelayan ini. Hidup saya berubah jadi lebih baik. Tempat tinggal jadi lebih nyaman," katanya, dikutip dari kanal Youtube Penjaga Harapan, Sabtu, 7 Maret 2026.

Kampung Nelayan Muara Angke merupakan bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Rumah-rumah nelayan dibuat terapung atau dibangun sebagai rumah panggung untuk menghindari banjir rob. Setiap rumah dilengkapi panel surya dan toren air bersih.

Sunenti, seorang pengupas kulit kerang, juga merasakan manfaatnya. "Kalau sekarang sudah enak. Rumahnya sudah panggung semua, dibantu Pak Prabowo. Kagak banjir. Dulu mah banjirnya gede, terus rumahnya kebanjiran. Sekarang kan enak udah dibangun tuh, rumahnya tinggi-tinggi," ujarnya.

Pendapatan Sunenti juga meningkat. Harga kerang yang dulu hanya Rp3.500 per kilogram, kini naik menjadi Rp30 ribu hingga Rp35 ribu.

"Kalau kerang enakan yang dulu, tapi duitnya enakan sekarang. Dulu mah masih murah Rp3.500, kalau sekarang 35-30 (antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu," kata perempuan asal Indramayu itu.

Feri Setyawan, seorang pedagang ikan, juga merasakan peningkatan. Dulu, ia hanya bisa mengangkut 50 kg ikan dengan sepeda motor. Kini, ia bisa membawa satu ton ikan menggunakan mobil karena akses jalan yang lebih baik.

Dimas Rangga Saputra, anak seorang nelayan, kini memiliki lebih banyak pilihan tempat bermain. "Sekarang lebih bagus. Dulu mah nggak ada tamannya, nggak ada tempat bermainnya. Sekarang ada," katanya.

Di Kampung Nelayan Muara Angke saat ini tersedia dua area bermain: taman bermain dan lapangan futsal.

Recommended