Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky (GReAT) telah merilis temuan penting terkait ancaman siber terbaru yang menyasar ekosistem perangkat Apple. Analisis tingkat kode mengungkap bahwa Exploit Kit Coruna merupakan evolusi langsung dari kerangka kerja yang sebelumnya digunakan dalam Operasi Triangulasi, sebuah kampanye spionase siber terkenal, demikian dilansir dari Medcom.
Para ahli keamanan Kaspersky menemukan kesamaan kode yang signifikan antara Coruna dan Operasi Triangulasi. Salah satu dari lima eksploitasi kernel dalam kit Coruna adalah versi termutakhir dari eksploitasi yang teridentifikasi pada tahun 2023. Peneliti meyakini bahwa kedua perangkat lunak berbahaya ini diciptakan oleh penulis yang sama, menunjukkan adanya pengembangan berkelanjutan.
Hal yang lebih mengkhawatirkan, kode Coruna telah diperbarui untuk mendukung perangkat keras Apple terkini. Peneliti menemukan dukungan untuk prosesor A17, M3, M3 Pro, dan M3 Max, serta referensi eksplisit ke versi iOS hingga 17.2 yang dirilis pada akhir tahun 2023. Ini mengindikasikan bahwa pengembang ancaman ini aktif memperluas basis kode mereka agar dapat mencakup teknologi terbaru.
Boris Larin, Peneliti Keamanan Utama di Kaspersky GReAT, menjelaskan bahwa jika sebelumnya ancaman spionase ini bersifat presisi dan sangat terarah, kini Exploit Kit Coruna mulai digunakan secara acak. Ia menegaskan, "Coruna adalah evolusi yang terus dikembangkan dari kerangka kerja asli Operasi Triangulasi."
Operasi Triangulasi sendiri pertama kali terungkap pada Juni 2023. Saat itu, Kaspersky mendeteksi lalu lintas mencurigakan pada jaringan Wi-Fi perusahaan yang menargetkan perangkat iOS milik puluhan karyawan. Kampanye tersebut memanfaatkan empat kerentanan zero-day pada berbagai produk Apple.
Rekomendasi Keamanan untuk Pengguna Apple
Menyikapi ancaman ini, Kaspersky mendesak seluruh pengguna iPhone dan iPad untuk segera melakukan pembaruan ke versi iOS terbaru. Meskipun Apple telah merilis tambalan (patch) untuk kerentanan yang dieksploitasi Coruna, perangkat yang belum diperbarui tetap berada dalam risiko tinggi peretasan.
Selain rutin memperbarui sistem operasi, Kaspersky merekomendasikan organisasi untuk memperkuat pertahanan siber mereka. Penggunaan solusi deteksi dan respons titik akhir (EDR) seperti lini produk Kaspersky Next sangat disarankan. Peningkatan kemampuan tim keamanan melalui pelatihan siber praktis juga penting untuk menghadapi ancaman Advanced Persistent Threat (APT) yang semakin canggih.