Para ahli keamanan siber dari Kaspersky mengidentifikasi lonjakan aktivitas penipuan digital yang menargetkan penggemar sepak bola menjelang turnamen Piala Dunia 2026 pada Rabu (6/5/2026). Pelaku kejahatan memanfaatkan antusiasme publik dengan menciptakan platform palsu untuk mencuri data pribadi dan informasi keuangan.
Aktivitas ilegal ini dilakukan melalui pembuatan situs web yang meniru sumber daya resmi turnamen secara akurat. Dilansir dari Medcom, para penipu menggunakan skema warna resmi World Cup 2026 untuk mengelabui pengguna agar percaya bahwa mereka sedang berinteraksi dengan kanal pembelian yang sah.
Modus utama yang ditemukan meliputi penjualan tiket pertandingan fiktif dan pengoperasian toko merchandise ilegal. Korban yang melakukan transaksi pada situs tersebut terancam kehilangan dana perbankan serta tereksposnya informasi sensitif kepada penyerang siber.
Selain situs web, kampanye phishing juga dilancarkan melalui email yang mengatasnamakan lembaga resmi seperti Dispute Resolution Chamber dari FIFA. Pesan-pesan tersebut dirancang untuk mengarahkan korban ke halaman berbahaya atau menjanjikan hadiah palsu senilai USD500.000 guna menginfeksi perangkat pengguna.
"Sangat penting bagi pengguna untuk selalu memverifikasi keaslian situs web sebelum memasukkan data apa pun," kata Anna Lazaricheva, analis spam senior di Kaspersky. Ia menekankan bahwa masyarakat hanya boleh menggunakan saluran resmi untuk pembelian tiket maupun akses konten pertandingan.
Lazaricheva juga menyarankan pengguna untuk memeriksa kembali format URL dan ejaan nama organisasi guna memastikan keabsahan situs. Penggunaan solusi keamanan berbasis kecerdasan buatan dan aktivasi otentikasi multi-faktor menjadi langkah perlindungan tambahan yang direkomendasikan.