Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi temuan klaster kasus Hantavirus yang melibatkan awak dan penumpang dari 23 negara di kapal pesiar MV Hondius pada awal Mei 2026. Laporan resmi tersebut menyebutkan terdapat sekitar tujuh hingga delapan kasus teridentifikasi yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, kapal pesiar MV Hondius yang bertolak dari Ushuaia, Argentina, kini berada dalam status isolasi di lepas pantai Cape Verde sebelum melanjutkan perjalanan ke Spanyol. Dugaan awal menunjukkan bahwa paparan virus berasal dari kontak dengan tikus atau hewan pengerat di wilayah pelabuhan Amerika Selatan yang sempat disinggahi.
Analisis medis sementara mengarah pada strain Andes virus sebagai penyebab infeksi tersebut. Temuan ini menjadi perhatian dunia setelah sebuah unggahan lama dari akun X @iamasoothsayer pada tahun 2022 mendadak viral karena menyebutkan kemunculan Hantavirus pada tahun 2026.
Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang menyebar melalui urine, feses, atau air liur hewan pengerat. Manusia umumnya terinfeksi melalui penghirupan partikel udara yang telah terkontaminasi oleh kotoran hewan tersebut.
Meski terdapat varian Andes virus yang memiliki potensi penularan antarmanusia, WHO menegaskan bahwa risiko global saat ini masih berada pada level rendah. Lembaga kesehatan internasional tersebut menekankan bahwa situasi di MV Hondius bukanlah awal dari pandemi baru seperti COVID-19.
"Ini bukan ramalan. Hantavirus sudah lama dikenal ilmuwan," kata salah satu pengguna X yang memberikan klarifikasi terkait viralnya spekulasi netizen mengenai prediksi wabah.
Hantavirus pertama kali diidentifikasi secara ilmiah oleh Ho Wang Lee pada tahun 1978 setelah ditemukan pada kasus demam berdarah di dekat Sungai Hantan, Korea Selatan. Hingga saat ini, belum ada obat spesifik untuk menangani virus ini, sehingga tim medis lebih memfokuskan penanganan pada terapi suportif bagi gejala pernapasan dan gangguan ginjal.
WHO mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari area yang berpotensi terkontaminasi kotoran rodent. Pemantauan terhadap seluruh penumpang dan kru MV Hondius terus dilakukan guna mencegah penyebaran lebih lanjut selama masa isolasi di laut.