Pulau Madagaskar yang dikenal sebagai pulau tertua di dunia kini menghadapi krisis keanekaragaman hayati yang serius menyusul laporan penurunan populasi ribuan spesies tumbuhan dan hewan pada Selasa (5/5/2026).
Isolasi geografis selama puluhan juta tahun telah menciptakan ekosistem unik di lepas pantai Mozambik tersebut, di mana sekitar 90 persen spesies yang ada merupakan hewan endemik yang tidak ditemukan di belahan bumi lain.
Dilansir dari Detik iNET, International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat terdapat lebih dari 3.500 spesies di pulau tersebut yang saat ini berada dalam berbagai tingkat ancaman kepunahan.
Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok primata lemur dan karnivora fossa menjadi dua di antara banyak fauna yang populasinya terus menyusut akibat tekanan aktivitas manusia dan faktor alamiah.
Madagaskar sendiri memiliki sejarah geologi yang panjang, bermula saat pulau ini memisahkan diri dari daratan Afrika sekitar 150 hingga 160 juta tahun lalu sebagai bagian dari benua super Gondwana.
Setelah memisahkan diri dari India sekitar 84 hingga 91 juta tahun silam, pulau ini mengalami proses evolusi mandiri yang menghasilkan 107 spesies lemur, termasuk lemur tikus Madame Berthe yang hanya berukuran 9 sentimeter.
Selain lemur, keberadaan fossa sebagai pemangsa puncak juga menjadi sorotan karena spesies yang menyerupai kucing ini sebenarnya berkerabat lebih dekat dengan garangan melalui proses evolusi konvergen.
Faktor utama yang memicu kerusakan ekosistem ini meliputi degradasi lahan, perubahan iklim yang ekstrem, serta maraknya perburuan dan perdagangan satwa liar secara ilegal di wilayah tersebut.
Upaya pemulihan alam diprediksi akan memakan waktu yang sangat lama jika kepunahan mamalia terus berlanjut tanpa ada tindakan konservasi yang masif dan terstruktur dari berbagai pihak terkait.
Penelitian memperkirakan bahwa jika seluruh mamalia yang terancam punah di Madagaskar benar-benar lenyap, proses evolusi alami membutuhkan waktu sekitar 23 juta tahun untuk memulihkan tingkat keanekaragaman hayati ke posisi semula.