Kekayaan 50 Orang Terkaya Malaysia Melonjak Capai US$ 116 Miliar

Total kekayaan 50 orang terkaya Malaysia naik hampir 30 persen menjadi US$ 116 miliar pada 2026 berkat pertumbuhan ekonomi dan penguatan ringgit.

Total kekayaan gabungan dari 50 orang terkaya di Malaysia tercatat mengalami kenaikan signifikan hampir 30 persen hingga menyentuh angka US$ 116 miliar atau setara Rp 1.991 triliun pada laporan periode April 2026. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen sepanjang 2025 menjadi pemicu utama lonjakan aset para konglomerat tersebut.

Akumulasi harta ini juga didorong oleh penguatan nilai tukar mata uang ringgit terhadap dolar AS serta tingginya aktivitas di pasar modal. Dilansir dari Detik Finance, terdapat sedikitnya 60 pencatatan saham perdana (IPO) baru yang memicu euforia investasi di Negeri Jiran sepanjang tahun lalu.

Robert Kuok tetap mengukuhkan posisinya di peringkat pertama daftar orang terkaya Malaysia pada usia 102 tahun. Pengusaha kawakan ini mencatatkan kenaikan harta sebesar 19 persen dengan total kekayaan bersih mencapai US$ 13,6 miliar atau sekitar Rp 233,45 triliun.

Kuok Group yang dikelola oleh Robert Kuok memiliki portofolio bisnis luas yang mencakup sektor agribisnis, perhotelan, hingga pusat data. Salah satu pencapaian ikoniknya adalah pendirian Hotel Shangri-La di Singapura pada 1971 yang kini telah berkembang menjadi jaringan global.

Perubahan posisi terjadi pada peringkat kedua yang kini ditempati oleh Koon Poh Keong setelah menggeser Quek Leng Chan. Kekayaan bersih Koon Poh Keong melonjak drastis sebesar 80 persen menjadi US$ 9,7 miliar atau setara Rp 166,51 triliun.

Kenaikan harta Koon Poh Keong dipicu oleh lonjakan harga saham Press Metal Aluminium Holdings menyusul meningkatnya pendapatan dari harga logam dunia. Sementara itu, Quek Leng Chan harus turun ke peringkat kelima dalam daftar kekayaan terbaru tersebut.

Peringkat ketiga diduduki oleh bersaudara Lee Yeow Chor dan Lee Yeow Seng dengan kekayaan bersih US$ 8,5 miliar atau Rp 145,91 triliun. Meski mengandalkan sektor minyak sawit melalui IOI, keduanya kini tengah berekspansi ke sektor properti.

Keluarga Lee dilaporkan sedang mempersiapkan rencana pencatatan dana investasi real estat (REIT) di bursa saham Malaysia dan Singapura. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi portofolio mereka di luar industri komoditas utama.

Recommended