Kementerian Keuangan secara rutin melakukan stress test untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan skenario ekonomi global, termasuk potensi kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Menurut Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung, kenaikan US$ 1 pada Indonesian Crude Price (ICP) dapat meningkatkan defisit sekitar Rp 6,8 triliun. Pelemahan Rp 100 terhadap dolar AS berpotensi menambah defisit sekitar Rp 0,8 triliun, sementara kenaikan yield 0,1% dapat membebani sekitar Rp 1,9 triliun.
"Stress-test yang kami lakukan pada skenario yang cukup plausible itu menunjukkan bahwa defisit masih terjaga di bawah 3%, debt over GDP juga masih terjaga," ujar Juda, dikutip Kamis (5/3/2026).
Diversifikasi sumber pendanaan terus dilakukan untuk memperkuat ketahanan fiskal. Pemerintah memperluas basis investor dan mata uang, tidak lagi hanya bergantung pada dolar AS.
Kementerian Keuangan baru-baru ini menerbitkan obligasi global senilai US$ 4,5 miliar dalam mata uang Euro dan Renminbi. Juda menambahkan, "Itu harganya masih sangat bagus, yield-nya masih sangat bagus. Untuk Renminbi antara 2-3% dan untuk Euro itu 4-5%. Ini ukurannya ini masih sangat bagus sekali untuk pasar global kita."
Pemerintah juga memasukkan proyeksi investasi asing dalam skenario pertumbuhan ekonomi. Peran investasi domestik diperkuat melalui Danantara, entitas baru pemerintah.
Juda menjelaskan, "Danantara ini sekarang memiliki peran yang penting. Kalau dulu investasi yang dilakukan oleh pemerintah akhirnya masuk di APBN, sekarang kan ada di Danantara. Danantara sekarang part of macroeconomic management dari Indonesia."
Saat ini, belanja APBN lebih difokuskan pada konsumsi pemerintah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Pembiayaan investasi semakin banyak dilakukan melalui Danantara serta dukungan investasi asing.
Juda menambahkan, "Dengan berbagai instrumen tersebut, kita optimistis keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara tetap dapat dijaga di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian."