Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menanggapi longsor tebing yang terjadi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Menteri PU, Dody Hanggodo, terjun langsung ke lokasi untuk meninjau penanganan bencana.
Peninjauan ini adalah tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya pada Februari lalu, serta arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menangani bencana secara komprehensif dan terintegrasi. Fokus utama adalah menghentikan perkembangan longsoran.
Saat ini, panjang jalan yang terdampak longsor mencapai sekitar 175 meter. Sebelumnya, longsoran sempat meluas hingga 4 meter per hari akibat aliran air yang masuk ke rongga tanah.
Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya mengendalikan aliran air, yang menjadi penyebab utama longsor. Langkah-langkah teknis dilakukan berdasarkan kajian bersama tim pakar dari ITB dan Unsyiah.
"Sudah ada beberapa pekerjaan yang dikerjakan oleh teman-teman berdasarkan kajian teknis bersama tim pakar dari ITB dan Unsyiah. Tadi juga ada masukan dari Pak Bupati Bener Meriah yang kami minta tim untuk mengkaji lagi, salah satunya adalah kemungkinan pembangunan embung," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).
Prioritas utama saat ini adalah menstabilkan kondisi di sekitar lokasi longsor sebelum melakukan penguatan permanen. Indikasi awal menunjukkan bahwa resapan air yang terus mengalir ke dalam rongga tanah menjadi penyebab meluasnya longsoran.
Menurut Dody, upaya pengeringan saluran air yang menuju ke lubang resapan telah berhasil mengurangi laju longsoran secara signifikan.
Akibat perkembangan longsoran, persimpangan menuju jalan detour pertama telah tergerus dan tidak dapat digunakan. Mobilitas masyarakat dialihkan melalui dua jalur alternatif: detour kedua sepanjang 2,2 km dan detour ketiga sepanjang 5,3 km.
Kedua jalur alternatif tersebut telah diperbaiki sementara dengan perapihan badan jalan dan perkerasan menggunakan material sirtu agar dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Untuk memperkuat kajian teknis, Kementerian PU melakukan pengambilan data lapangan, termasuk survei Lidar, pengeboran borelog, survei geolistrik, georadar, dan pengamatan visual untuk memetakan kondisi geologi kawasan secara detail.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Satgas Percepatan Penanganan Bencana Alam Provinsi Aceh Kementerian PU berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk merelokasi saluran irigasi agar menjauh dari area longsoran.
Dalam kunjungan pada Senin (9/3), Dody menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan longsoran tebing. Upaya stabilisasi dan penguatan lereng menjadi fokus utama Kementerian PU saat ini.
"Yang paling penting sekarang adalah memastikan kondisi di sekitar longsoran benar-benar stabil dan aman. Kita tidak bisa memaksakan pekerjaan di titik lubang kalau masih ada potensi pergerakan. Karena itu fokus kita saat ini adalah mengurangi aliran air dan melakukan penguatan lereng terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan penanganan permanen supaya longsoran tidak melebar lagi," kata Dody.