Empat emiten restoran cepat saji di Indonesia melaporkan hasil kinerja keuangan yang bervariasi sepanjang tahun 2025 berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 20 April 2026. Laporan tersebut mencakup data dari pengelola KFC, CFC, Pizza Hut, dan NWS Chicken.
PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) atau Pizza Hut berhasil mencatatkan pembalikan kinerja dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 24,75 miliar sepanjang 2025. Dilansir dari Detik Finance, pencapaian ini meningkat drastis dibandingkan posisi rugi bersih Rp 72,83 miliar pada periode 2024.
Pendapatan neto PZZA tercatat naik menjadi Rp 3,05 triliun dari sebelumnya Rp 2,79 triliun, meskipun perusahaan menutup 16 gerai dan mengurangi jumlah karyawan. Hingga akhir Desember 2025, Pizza Hut mengoperasikan 575 gerai dengan total 4.192 tenaga kerja.
Sebaliknya, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) selaku pengelola KFC Indonesia masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 366,04 miliar. Meski masih merugi, angka ini menyusut signifikan dibandingkan kerugian tahun 2024 yang mencapai Rp 796,71 miliar.
KFC mencatat pendapatan sebesar Rp 4,88 triliun dengan keberhasilan menekan beban pokok penjualan menjadi Rp 1,99 triliun. Sepanjang tahun 2025, FAST tercatat menutup 25 gerai sehingga kini hanya mengoperasikan total 690 restoran.
PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) yang mengelola gerai CFC melaporkan penyusutan laba bersih menjadi Rp 19,38 miliar dari sebelumnya Rp 21,03 miliar. Namun, pendapatan usaha perseroan tetap tumbuh menjadi Rp 703,26 miliar yang didominasi oleh kontribusi CFC sebesar Rp 653,66 miliar.
Sementara itu, PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang kini mengoperasikan NWS Chicken setelah menutup seluruh gerai Texas Chicken mencatatkan rugi bersih Rp 955,25 juta. Penjualan CSMI menyusut menjadi Rp 1,8 miliar dengan total aset tercatat sebesar Rp 44,5 miliar pada akhir 2025.
| Emiten (Brand) | Pendapatan 2025 | Laba/Rugi Bersih 2025 | Jumlah Gerai |
|---|---|---|---|
| FAST (KFC) | Rp 4,88 Triliun | (Rp 366,04 Miliar) | 690 |
| PZZA (Pizza Hut) | Rp 3,05 Triliun | Rp 24,75 Miliar | 575 |
| PTSP (CFC) | Rp 703,26 Miliar | Rp 19,38 Miliar | – |
| CSMI (NWS Chicken) | Rp 1,8 Miliar | (Rp 955,25 Juta) | – |
Data liabilitas PZZA berada di angka Rp 894,62 miliar dengan ekuitas Rp 1,03 triliun. Sedangkan posisi keuangan FAST menunjukkan liabilitas sebesar Rp 4,51 triliun dengan total aset mencapai Rp 4,94 triliun pada penutupan tahun buku 2025.