Laba DSNG Tumbuh 16 Persen Saat Profit TAPG Menyusut Kuartal I 2026

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatat kenaikan laba bersih 16,9% pada kuartal I 2026, sementara PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) turun 8,1%.

Dua perusahaan perkebunan kelapa sawit milik konglomerat TP Rachmat melaporkan kinerja keuangan yang berbeda pada kuartal I 2026, dengan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan kenaikan laba bersih sementara PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mengalami penurunan nilai profit pada periode tersebut.

Dilansir dari Detik Finance pada Rabu (29/4/2026), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 739,7 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 8,1 persen jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 805,2 miliar.

Penyusutan laba TAPG dipicu oleh koreksi pendapatan kontrak dengan pelanggan yang turun 4,8 persen menjadi Rp 2,4 triliun. Sektor kelapa sawit dan turunannya masih menjadi penyumbang utama pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun, disusul oleh produk karet senilai Rp 5,5 miliar.

Kondisi berbeda dialami oleh PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) yang berhasil mendongkrak laba bersih sebesar 16,9 persen menjadi Rp 430,4 miliar pada kuartal I 2026. Perusahaan ini juga melaporkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 7,7 persen hingga mencapai angka Rp 2,8 triliun.

Peningkatan pendapatan DSNG didorong oleh volume penjualan minyak sawit mentah (CPO) yang naik 18 persen, meskipun harga jual rata-rata (ASP) mengalami penurunan sekitar 3 persen. Dari sisi operasional, beban pokok penjualan perseroan tercatat membengkak menjadi Rp 2,07 triliun dari posisi sebelumnya Rp 1,8 triliun.

Produksi Tandan Buah Segar (TBS) DSNG secara total tumbuh 2,7 persen menjadi 492 ribu ton, didorong oleh kenaikan produksi kebun plasma sebesar 6,2 persen dan kebun inti 1,8 persen. Produksi CPO juga meningkat 2,1 persen menjadi 141 ribu ton, diikuti kenaikan produksi kernel sawit dan PKO.

"Perseroan menyiapkan berbagai langkah strategis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000an hektar," ungkap Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo.

Hingga akhir Maret 2026, total aset DSNG mencapai Rp 17,7 triliun dengan liabilitas Rp 5,6 triliun. Sementara itu, TAPG mencatatkan total aset sebesar Rp 5,01 triliun dengan posisi liabilitas Rp 2,9 triliun dan ekuitas senilai Rp 12,4 triliun.

Recommended