Klaim Israel mengenai kemampuan rudal Iran yang dapat menjangkau Eropa, termasuk Inggris, dibantah oleh pejabat Inggris. Serangan Iran sebelumnya ke pangkalan militer Inggris di Diego Garcia memicu pertanyaan tentang seberapa jauh jangkauan rudal Iran.
Menteri Perumahan Inggris, Steve Reed, menyatakan bahwa tidak ada bukti penilaian spesifik yang menunjukkan Iran menargetkan Inggris atau memiliki kemampuan untuk itu. Bantahan ini muncul setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim Iran memiliki senjata dengan jangkauan hingga 4.000 km.
IDF juga menyatakan bahwa sejak tahun lalu, mereka telah mengungkap niat Iran untuk mengembangkan rudal yang mampu mencapai Eropa, Asia, dan Afrika. Sebelumnya, Iran dilaporkan menargetkan pangkalan militer AS-Inggris di Kepulauan Chagos, yang berjarak sekitar 3.800 km dari Iran, namun serangan tersebut gagal mencapai sasaran.
Reed menegaskan, "Kami sepenuhnya mampu melindungi negara ini dan menjaganya tetap aman," seperti dikutip detikINET dari BBC, Senin (23/3/2026).
Senjata dengan jangkauan terjauh dalam persenjataan Iran saat ini diperkirakan memiliki jangkauan maksimal 2.000 km, jauh di bawah jarak menuju Diego Garcia maupun London.
Presiden AS, Donald Trump, sebelum serangan AS dan Israel ke Iran, mengklaim bahwa Teheran sedang mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan berupaya membuat rudal untuk menyerang AS. Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa negaranya sengaja membatasi jangkauan rudal pada 2.000 km karena tidak ingin dianggap sebagai ancaman dunia.
Dr. Sidharth Kaushal, peneliti senior di Royal United Services Institute, menjelaskan bahwa jangkauan rudal bersifat elastis. Jangkauan dapat diperpanjang jika hulu ledak yang dipasang lebih ringan.
Menurutnya, meskipun mungkin akurat bahwa Iran memiliki rudal yang mampu mencapai Inggris, hal itu bukanlah ancaman yang paling mendesak. Senjata-senjata tersebut dinilai tidak akurat pada jarak jauh dan harus melewati wilayah udara yang dijaga sangat ketat sebelum memasuki wilayah udara Inggris.
"Pertanyaan besarnya adalah terus kenapa? Jika Anda hanya bisa meluncurkan sejumlah kecil rudal balistik bersenjata konvensional melalui wilayah udara yang dijaga ketat dan rudal itu tidak akurat pada jarak yang sangat jauh apa yang ingin dicapai Iran?" ujarnya.