Komdigi Tindak Tegas Video Hoaks yang Serang Presiden Prabowo

Kementerian Komunikasi dan Digital mendeteksi video hoaks dan fitnah terhadap Presiden Prabowo Subianto yang berpotensi memicu kegaduhan publik.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengidentifikasi peredaran video berisi narasi fitnah dan serangan personal terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di ruang digital pada Jumat (1/5/2026). Konten yang diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat tersebut kini dalam penanganan serius pemerintah karena dinilai berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Hasil verifikasi menunjukkan bahwa materi dalam video tersebut merupakan informasi bohong atau hoaks yang memuat ujaran kebencian. Narasi yang dibangun dianggap tidak memiliki landasan fakta yang jelas serta secara langsung merendahkan martabat kepala negara di ruang publik.

Dilansir dari Detik iNET, pihak kementerian menegaskan bahwa tindakan penyebaran konten tersebut merupakan bentuk provokasi yang dapat merusak kerukunan warga. Pemerintah menyoroti pentingnya menjaga etika digital agar kebebasan berekspresi tidak disalahgunakan untuk menjatuhkan kehormatan individu.

"Konten tersebut merupakan bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat," kata Komdigi dalam keterangan resminya. Penegasan ini menjadi peringatan bagi seluruh pengguna platform digital untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi yang belum teruji kebenarannya.

Langkah hukum tegas akan diambil oleh Komdigi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan maupun distribusi video tersebut. Pelaku terancam sanksi berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 1 Tahun 2024, khususnya Pasal 27A dan Pasal 28 ayat (2).

Pasal-pasal tersebut mengatur tentang distribusi konten bermuatan kebencian dan fitnah yang memiliki konsekuensi pidana serius. Pemerintah menilai distribusi konten negatif secara sadar merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat ditoleransi dalam ekosistem digital Indonesia.

Sebagai upaya pencegahan, Komdigi mendorong peningkatan literasi digital bagi seluruh elemen masyarakat untuk membedakan antara kritik konstruktif dan fitnah. Keamanan serta produktivitas ruang siber menjadi prioritas pemerintah guna menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat dan beretika.

Recommended