Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah mendistribusikan sebanyak 3.135 unit mobil pickup impor dari India kepada Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Penyaluran ini sejalan dengan rampungnya pembangunan infrastruktur fisik seperti gerai dan gudang, serta kelengkapan lain di koperasi-koperasi tersebut, seperti dilansir dari Detik Finance.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa setiap Kopdeskel Merah Putih berhak mendapatkan fasilitas kendaraan operasional. Fasilitas ini mencakup satu unit mobil pickup dan satu unit truk guna menunjang aktivitas operasional koperasi.
Pengadaan mobil pickup impor ini dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan, dengan target keseluruhan mencapai 105 ribu unit. Inisiatif impor ini berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025. Instruksi tersebut mengatur percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan Kopdeskel Merah Putih.
"Yang selesai dibangun 100%, 3.135 sudah selesai dibangun. Itu sudah (mendapat kendaraan), bisa langsung dicek," kata Ferry di Kementerian Koperasi, Jakarta, pada Senin (30/3/2026).
Penyaluran kendaraan pickup dari India ini dilakukan secara bertahap. Hal ini disesuaikan dengan tingkat kesiapan fisik, gerai, dan kelengkapan masing-masing Kopdeskel Merah Putih. Proses ini memastikan bahwa koperasi yang sudah siap secara infrastruktur dapat segera memanfaatkan kendaraan operasional tersebut.
Ferry memproyeksikan total kebutuhan kendaraan operasional untuk program ini. Perkiraan meliputi mobil pickup dan truk yang mencapai angka 160 ribu unit secara keseluruhan.
Perhitungan ini didasarkan pada target pembentukan 80 ribu unit Kopdeskel Merah Putih di seluruh Indonesia. Dengan skema setiap koperasi menerima satu unit truk dan satu unit mobil pickup, kebutuhan total kendaraan menjadi dua kali lipat dari jumlah koperasi yang ada.
"Ya kan berarti kali dua. Iya (160 ribu unit), tapi kan nggak semuanya, nanti perlu disesuaikan lah," tutur Ferry, mengindikasikan adanya penyesuaian di kemudian hari.
Prioritas Industri Otomotif Nasional vs. Impor
Meskipun ada pengadaan impor, Ferry menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap memprioritaskan industri otomotif nasional. Namun, mengingat skala kebutuhan kendaraan yang sangat besar, opsi pengadaan dari negara lain tetap dibuka jika kapasitas produksi domestik tidak memadai.
"Kita tetap sebenarnya memprioritaskan industri otomotif nasional, tapi sekiranya industri otomotif nasional itu hanya mencukupi tidak semuanya, sisanya tetap kita dengan sangat terpaksa mengadakan dari sumber dari negara lain," imbuh Ferry.
Mengenai porsi atau persentase antara kendaraan lokal dan impor, Ferry menyatakan bahwa hal tersebut masih akan dipantau. Fokus utama saat ini adalah memastikan setiap koperasi yang telah menyelesaikan pembangunan fisik segera menerima fasilitas kendaraan yang menjadi kewajiban pemerintah.
"Kita lihat nanti ini, pokoknya yang sudah masuk kita pergunakan dulu untuk melengkapi karena itu menjadi kewajiban begitu bangunan fisik gudang gerai itu langsung dilengkapi dengan fasilitas kendaraan," terangnya.
Ferry juga memastikan bahwa pembangunan fisik Kopdeskel Merah Putih terus berjalan. Saat ini, sekitar 34.000 unit Kopdeskel Merah Putih masih dalam tahap konstruksi. Ia menargetkan penyelesaian pembangunan fisik untuk 34.000 unit ini dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.