Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.680 per Dolar AS pada 22 Mei 2026

Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.680,8 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 pagi dipicu oleh dominasi sentimen global.

Nilai tukar rupiah dilaporkan mengalami penurunan terhadap beberapa mata uang utama pada pembukaan perdagangan pagi ini. Berdasarkan data pasar Investing pada Jumat, 22 Mei 2026 pukul 09.02 WIB, dikutip dari Medcom, dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat sebesar 54,9 poin atau 0,31% ke level Rp17.680,8.

Dominasi mata uang Negeri Paman Sam di tengah ketidakpastian pasar global ini juga terlihat dari kenaikan Indeks Dolar AS. Indeks tersebut terpantau menguat 0,05% hingga mencapai posisi 99,207.

Selain terhadap dolar AS, pelemahan rupiah turut terjadi pada beberapa mata uang di kawasan Asia. Yuan China menguat 0,16% ke posisi Rp2.599,08, sedangkan ringgit Malaysia naik 0,10% menjadi Rp4.459,98.

Mata uang yen Jepang juga mengalami penguatan tipis 0,05% di level Rp111,11 per yen. Kondisi serupa terjadi pada baht Thailand yang terapresiasi 0,04% ke posisi Rp541,248 per baht.

Sebaliknya, pergerakan euro terhadap rupiah cenderung bergerak stagnan. Mata uang dari Benua Biru tersebut bertahan di level Rp20.479 tanpa menunjukkan fluktuasi yang berarti dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tekanan yang dialami rupiah saat ini dipicu oleh sentimen global yang mendorong para investor untuk memburu aset berbasis dolar AS. Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga dari bank sentral AS atau The Federal Reserve ikut menjadi perhatian utama.

Di sisi lain, harga emas dunia justru menunjukkan tren penurunan. Instrumen XAU/USD merosot 15,64 poin atau 0,34% menuju level 4.527,65, karena penguatan dolar AS umumnya membuat aset safe haven menjadi kurang diminati.

Menurut penilaian analis, fluktuasi rupiah dalam jangka pendek masih didominasi oleh dinamika eksternal. Faktor utamanya meliputi perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan aliran modal asing di pasar keuangan domestik.

Pelaku pasar saat ini tengah mencermati rilis sejumlah data ekonomi global yang diharapkan dapat memberi arah baru bagi pergerakan mata uang. Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah volatilitas pasar global yang tinggi.

Recommended