Emiten sektor otomotif PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 8 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp173 miliar pada kuartal I 2026, yang dilaporkan pada Minggu (3/5/2026).
Pertumbuhan laba bersih ini dicapai di tengah penurunan pendapatan bersih sebesar 4 persen YoY menjadi Rp4 triliun, sebagaimana dilansir dari laporan keuangan perusahaan di Detik Finance. Margin laba bersih perseroan turut meningkat menjadi 4,3 persen dibandingkan periode 3M25 yang sebesar 3,8 persen.
Efisiensi operasional menjadi faktor pendorong utama dengan naiknya laba usaha sebesar 6 persen YoY menjadi Rp193 miliar. Laba kotor perusahaan juga tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 3 persen YoY menjadi Rp365 miliar dengan margin yang membaik ke level 9,1 persen.
Pada segmen distribusi dan ritel roda dua, entitas MPMulia mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp3.797 miliar atau turun 3 persen YoY akibat koreksi penjualan sepeda motor. Meski demikian, laba kotor segmen ini tetap tumbuh 2 persen menjadi Rp321 miliar berkat kontribusi kuat dari lini bisnis purna jual.
Sementara itu, segmen asuransi melalui MPMInsurance mengalami penurunan pendapatan 17 persen menjadi Rp204 miliar. Namun, efisiensi pada biaya pendapatan yang turun 22 persen berhasil mendorong kenaikan hasil layanan asuransi sebesar 10 persen menjadi Rp44 miliar.
Di sisi lain, segmen penyewaan kendaraan melalui MPMRent mencatatkan laba kotor sebesar Rp83 miliar atau naik 9 persen YoY. Margin laba kotor segmen ini melonjak signifikan menjadi 22,6 persen dari sebelumnya 19,9 persen pada periode yang sama tahun lalu.
"Peningkatan ini didorong oleh penurunan harga pokok penjualan, peningkatan profitabilitas pada bisnis penyewaan kendaraan, serta kontribusi yang lebih kuat dari penjualan mobil bekas," kata Beatrice Kartika, Grup CFO MPMX.
Untuk segmen pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia berhasil menekan rugi bersih sebesar 23 persen menjadi Rp38 miliar. Penurunan ini sejalan dengan strategi perseroan yang lebih selektif dalam menjaga kualitas aset serta pemangkasan beban operasional sebesar 40 persen YoY.
Beatrice menegaskan bahwa fokus perseroan saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas di tengah perlambatan ekonomi sektor otomotif. Perseroan tetap menerapkan disiplin ketat dalam pengelolaan risiko untuk menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026.