Linknet Enterprise memperkuat infrastrukturnya melalui kolaborasi dengan Nexusguard, penyedia solusi mitigasi serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Kemitraan ini bertujuan menghadirkan perlindungan berstandar global bagi sektor enterprise di Indonesia.
Integrasi teknologi mitigasi DDoS ke dalam jaringan inti Linknet merupakan respons terhadap ancaman siber yang semakin kompleks. Langkah ini sekaligus menegaskan peran Linknet dalam mendukung ekosistem digital nasional yang aman dan berkelanjutan.
Pemilihan Nexusguard sebagai mitra strategis didasari oleh pengalaman global perusahaan tersebut dalam melindungi jaringan, aplikasi web, dan infrastruktur Domain Name System (DNS). Nexusguard juga mendapatkan pengakuan independen sebagai Leader dalam QKS Group SPARK Matrix for DDoS Mitigation (2025) dan CybersecAsia Best DDoS Defence Award selama enam tahun berturut-turut (2020–2025).
Secara teknis, kerja sama ini mengintegrasikan infrastruktur cloud-based scrubbing milik Nexusguard dengan jaringan inti Linknet. Integrasi ini memungkinkan deteksi dan mitigasi otomatis, didukung pemantauan 24/7 dari tim ahli Managed Security Service Provider (MSSP) Linknet.
CEO Nexusguard, Andy Ng, menyambut baik kolaborasi ini. "Kemitraan ini menggabungkan kapasitas mitigasi Linknet sebesar 100 Gbps dan jangkauan operasional yang luas dengan infrastruktur scrubbing global Nexusguard yang mencapai lebih dari 3 Tbps," ujarnya.
Solusi ini dirancang untuk memberikan keamanan komprehensif dan terintegrasi bagi sektor enterprise di Indonesia, memastikan infrastruktur terlindungi dari serangan DDoS berskala besar. Keunggulan lainnya adalah latensi rendah berkat local scrubbing center di Jakarta yang terintegrasi dengan jaringan Linknet.
Solusi yang ditawarkan meliputi Clean Pipe (CP) untuk lini HDIPA dan IP Transit, Traffic Shield (TS), serta Application & DNS Protection.
Kolaborasi ini memperluas kapabilitas Managed Security Services (MSS) Linknet, mencakup integrasi teknologi berbasis cloud, kolaborasi Threat Intelligence, dan penetrasi pasar strategis di sektor pemerintahan, keuangan, pendidikan, dan bisnis digital. Semua layanan ini diterapkan dalam kerangka Service Level Agreement (SLA) yang ketat.
Chief Enterprise Business Officer Linknet, Ronald Chandra Lesmana, menekankan bahwa kemitraan ini adalah langkah nyata dalam menghadirkan jaminan keamanan bagi pelanggan korporasi. "Melalui integrasi teknologi Nexusguard ke dalam backbone Linknet, kami menghadirkan jaminan keamanan serta kepastian operasional bagi pelanggan korporasi," kata Ronald.
Ia menambahkan bahwa keamanan adalah fondasi utama dari kepercayaan digital, dan Linknet Enterprise berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.