Ketua Umum PSSI Erick Thohir memimpin Rapat Komite Eksekutif (Exco) bersama Direksi I.League di Jakarta pada Rabu (15/4/2026) guna menyepakati penguatan struktur kompetisi sepak bola nasional. Pertemuan strategis tersebut difokuskan pada penetapan regulasi serta penyelarasan kalender liga musim 2026/2027.
Penyusunan jadwal kompetisi dilakukan lebih awal demi menjamin sinkronisasi antara program klub dan agenda Timnas Indonesia. Dilansir dari Bola, langkah ini diambil agar seluruh pemangku kepentingan memiliki perencanaan yang lebih terintegrasi untuk menghadapi agenda lokal maupun internasional.
Erick Thohir menjelaskan bahwa implementasi teknologi Video Assistant Referee (VAR) telah memberikan dampak positif terhadap sportivitas di lapangan. Kehadiran teknologi tersebut diklaim meningkatkan nilai kompetitif dalam pertandingan kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Dengan adanya VAR di Super League dan Championship, musim ini semakin meningkatkan nilai kompetitif dari kompetisi. Angka competitiveness untuk kemenangan tim tamu meningkat menjadi 30 persen dari sebelumnya sekitar 20 persen," ujar Erick Thohir, Ketua Umum PSSI.
Dalam upaya meningkatkan standar domestik, I.League berencana menjalin kolaborasi dengan sejumlah operator liga papan atas dunia. Kerja sama tersebut diproyeksikan melibatkan kompetisi besar seperti La Liga Spanyol, Bundesliga Jerman, Eredivisie Belanda, serta J-League Jepang.
Selain pembahasan liga utama, PSSI memberikan sinyal kuat mengenai pengaktifan kembali turnamen pendamping atau piala domestik. Turnamen tersebut direncanakan bergulir secara simultan dengan jadwal liga regular yang sedang berjalan.
"Kami juga tengah mematangkan rencana menggulirkan kejuaraan yang akan berjalan bersamaan dengan liga. Tunggu tanggal mainnya," ucap Erick Thohir merujuk pada potensi kembalinya Piala Indonesia yang telah vakum sejak 2019.
Agenda rapat tersebut juga mencakup pembahasan pengembangan kompetisi di level usia guna memperkuat fondasi pembinaan atlet muda secara profesional. PSSI dan I.League berkomitmen untuk menjaga konsistensi jadwal agar tidak terjadi bentrokan dengan jadwal internasional di masa mendatang.