MacBook Neo kembali menjadi perbincangan karena performanya yang tak terduga. Laptop ini mampu menjalankan 60 aplikasi sekaligus tanpa mengalami crash, meskipun hanya dibekali RAM 8GB.
Uji coba ekstrem ini dilakukan oleh kanal YouTube Hardware Canucks. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem operasi macOS tetap stabil dan responsif, bahkan saat menjalankan streaming video bersamaan dengan puluhan aplikasi.
Sebagai perbandingan, laptop Windows Lenovo Legion mati total saat diuji dengan skenario serupa. Perbedaan ini memicu perdebatan tentang performa macOS dan Windows dalam multitasking berat.
Salah satu faktor kunci dari performa MacBook Neo adalah penggunaan sistem unified memory. RAM terintegrasi langsung dalam chipset Apple A18 Pro, sehingga penggunaan memori lebih efisien.
Pendekatan ini membuat manajemen memori lebih terkontrol dan aplikasi tetap berjalan lancar meski jumlahnya banyak.
Bukan untuk Penggunaan Ekstrem
Perlu diingat, MacBook Neo tidak dirancang untuk membuka puluhan aplikasi sekaligus. Uji coba ini lebih menunjukkan batas kemampuan perangkat, bukan skenario penggunaan normal.
Namun, pengujian ini menegaskan bahwa optimalisasi software dan hardware berperan besar dalam menentukan performa, bukan sekadar kapasitas RAM semata.
MacBook Neo diposisikan sebagai laptop untuk penggunaan harian. Varian dengan penyimpanan 512GB dijual sekitar USD689,99, sedikit lebih rendah dari harga awal USD699.