Mahasiswa IPB Pelajari Verifikasi Informasi Media Sosial di Bogor

Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB mengikuti edukasi Liputan6 Connect mengenai cara membedakan konten viral dan informasi terverifikasi di media sosial.

Puluhan mahasiswa Sekolah Vokasi IPB mengikuti program edukasi Liputan6 Connect bertajuk “Viral or Verified? Navigating Truth on Social Media” di Kota Bogor pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa kemampuan kritis dalam membedakan antara konten yang sekadar viral dan informasi yang telah melewati proses verifikasi.

Dilansir dari Bola, jurnalis sekaligus pemeriksa fakta Liputan6.com, Adyaksa Vidi, menjelaskan bahwa kecepatan persebaran informasi di media sosial seringkali tidak dibarengi dengan verifikasi yang memadai. Kondisi tersebut dinilai menjadi pemicu utama munculnya misinformasi di ruang digital yang dapat menyesatkan masyarakat luas.

Adyaksa mendorong para mahasiswa untuk menerapkan kebiasaan pengecekan sumber sebelum memercayai atau membagikan konten. Hal ini dilakukan guna menjaga kualitas informasi yang dikonsumsi secara mandiri maupun yang beredar di lingkungan sosial mereka.

Dalam sesi berbeda, Social Media Manager KapanLagi Youniverse, Eko Setiawan, memaparkan dinamika performa konten dan strategi komunikasi audiens. Menurutnya, keberhasilan sebuah unggahan digital tidak hanya diukur dari angka viralitas, melainkan juga dari relevansi pesan dan pemahaman terhadap algoritma platform yang digunakan.

Eko menekankan bahwa pendekatan berbasis data serta konsistensi dalam membangun komunikasi merupakan kunci utama untuk menciptakan konten yang berdampak. Pemahaman terhadap perilaku audiens menjadi dasar penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara efektif dan berkelanjutan.

Ketua Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB, Dr. Hudi Santoso, S.Sos., M.P., memberikan apresiasi terhadap kolaborasi praktisi industri dengan akademisi ini. Ia menyoroti fenomena banyaknya konten hoaks yang seringkali mendapatkan atensi besar di media sosial.

"Penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana proses verifikasi fakta dilakukan oleh media profesional," kata Dr. Hudi Santoso, S.Sos., M.P., perwakilan Sekolah Vokasi IPB. Ia menambahkan bahwa pemahaman strategi media sosial sangat relevan bagi mahasiswa untuk mempelajari mekanisme persebaran konten di berbagai platform digital.

Acara ini diakhiri dengan sesi dialog interaktif yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkonsultasi langsung mengenai tantangan di industri media saat ini. Seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan edukasi ini mendapatkan sertifikat elektronik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Recommended