Dictionary.com Tetapkan Angka 67 Sebagai Word of the Year 2025

Istilah angka 67 resmi menjadi Word of the Year 2025 versi Dictionary.com karena popularitasnya yang masif di kalangan generasi muda digital.

Layanan kamus daring Dictionary.com menetapkan angka "67" atau six seven sebagai Word of the Year 2025 pada Selasa (21/4/2026) karena dominasinya dalam percakapan digital global. Istilah ini menjadi fenomena unik karena tidak memiliki definisi linguistik tunggal namun digunakan secara masif oleh generasi muda di berbagai platform media sosial.

Dilansir dari Medcom, popularitas angka ini melonjak setelah sering muncul dalam berbagai konten viral yang mencerminkan dinamika bahasa internet terbaru. Penggunaannya yang fleksibel memungkinkan individu berkomunikasi secara spontan tanpa terikat pada aturan tata bahasa baku.

Fleksibilitas makna menjadi alasan utama istilah ini menyebar luas di kalangan pengguna internet. Dalam interaksi digital, "67" sering kali berfungsi sebagai bentuk respons santai untuk menunjukkan ketidakpedulian atau keinginan untuk mengakhiri pembicaraan tanpa menimbulkan ketegangan.

Munculnya tren ini dipicu oleh rilis lagu berjudul "Doot Doot (6 7)" oleh musisi Skrilla pada akhir tahun 2024. Dalam karya musik tersebut, frasa "six-seven" diucapkan secara berulang-ulang tanpa menyisipkan makna khusus, melainkan hanya karena rima suaranya yang dianggap menarik bagi pendengar.

Gelombang popularitas tersebut semakin diperkuat oleh kemunculan video viral di TikTok yang menampilkan sosok "6-7 Kid". Anak tersebut mempopulerkan teriakan angka tersebut dibarengi gerakan tangan ritmis yang kemudian diikuti oleh jutaan pengguna lainnya di seluruh dunia.

Beberapa komunitas daring sempat mengaitkan angka tersebut dengan tinggi badan pemain basket NBA, LaMelo Ball, yang mencapai 6 kaki 7 inci. Meski demikian, Dictionary.com menilai interpretasi tersebut hanyalah bagian dari perkembangan makna organik yang terjadi di ruang digital.

Penetapan angka sebagai kata tahun ini menandai pergeseran pola komunikasi masyarakat modern yang lebih mengedepankan konteks dan spontanitas. Fenomena ini menunjukkan bahwa simbol angka dapat bertransformasi menjadi bahasa gaul yang fungsional dalam ekosistem komunitas digital saat ini.

Recommended