Situs resmi perangkat lunak Daemon Tools dilaporkan mendistribusikan installer Windows yang telah disisipi malware berbahaya melalui skema serangan rantai pasokan pada Kamis (7/5/2026). Kampanye peretasan yang membuka akses pintu belakang (backdoor) ke ribuan komputer ini diyakini telah berlangsung sejak 8 April lalu.
Dilansir dari Detik iNET, serangan ini telah berdampak pada pengguna di lebih dari 100 negara sebelum akhirnya terdeteksi oleh pakar keamanan. Para peneliti menemukan bahwa program berbahaya tersebut menumpang pada versi Daemon Tools Lite 12.5.0.2421 hingga 12.5.0.2434.
Tim peneliti siber dari Kaspersky mengungkapkan bahwa serangan ini sangat sulit dideteksi karena menggunakan sertifikat digital sah milik pengembang AVB Disc Soft. Hal ini membuat installer beracun tersebut dianggap sebagai aplikasi tepercaya oleh sistem keamanan Windows selama hampir satu bulan.
Peretas menyuntikkan kode berbahaya ke dalam tiga file biner utama, yaitu DTHelper.exe, DiscSoftBusServiceLite.exe, dan DTShellHlp.exe. Saat dieksekusi, file-file yang berada di direktori instalasi standar tersebut akan mengirimkan data pengguna ke server yang menyamar sebagai domain resmi Daemon Tools.
Pada tahap awal, malware akan menyedot informasi sistem secara menyeluruh untuk melakukan profil target, mulai dari alamat MAC hingga konfigurasi jaringan. Meskipun pelakunya belum teridentifikasi secara resmi, temuan baris kode mengindikasikan keterlibatan aktor ancaman penutur bahasa Mandarin.
Korban utama tercatat berada di Rusia, Brasil, Turki, Spanyol, Jerman, Prancis, Italia, dan China. Namun, serangan tahap kedua yang lebih berbahaya hanya ditargetkan secara spesifik kepada belasan perangkat milik organisasi penting di Rusia, Belarusia, dan Thailand.
Target spesifik tersebut mencakup perusahaan ritel besar, pabrik manufaktur, organisasi ilmiah, lembaga pemerintah, serta institusi pendidikan. Pola seleksi target yang sangat ketat ini memperkuat dugaan para peneliti bahwa operasi ini bertujuan untuk kegiatan spionase terhadap entitas tertentu.
Kaspersky telah melaporkan temuan tersebut kepada pihak AVB Disc Soft guna penanganan lebih lanjut. Seluruh pengguna Daemon Tools diimbau segera melakukan pemindaian antivirus dan mewaspadai adanya file mencurigakan pada direktori publik seperti AppData atau Temp.